IHSG Sesi I Rontok 1,66%, Saham Emiten Rokok WIIM, GGRM, HMSP Jeblok
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok 128,59 poin atau 1,66% ke level 7.638 pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (9/9). Indeks kembali anjlok imbas perombakan atau reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada kemarin (8/9).
Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, pelaku pasar bereaksi negatif terhadap reshuffle Kabinet Merah Putih, khususnya setelah posisi Menteri Keuangan yang sebelumnya dijabat Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Keputusan mendadak untuk menggantikan Sri Mulyani pada Senin (8/9) kemarin menimbulkan kekhawatiran pasar. Sri Mulyani dianggap memiliki reputasi dan kredibilitasnya yang diakui secara global.
Adapun para pelaku pasar kini menantikan langkah yang akan ditempuh Menteri Keuangan baru, seperti bagaimana arah kebijakan fiskal yang berkualitas agar kebijakan berjalan secara konsisten. Pelaku pasar juga ingin melihat kualitas sinergi komunikasi dengan otoritas kebijakan moneter.
“Hal ini dilandasi kekhawatiran bahwa rencana pengeluaran populis di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dapat mengikis kredibilitas fiskal,” tulis analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (9/9).
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, nilai transaksi saham hari ini mencapai Rp 15,07 triliun dengan volume 23,13 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,57 juta kali. Sebanyak 193 saham menguat, 510 saham terkoreksi, dan 142100 saham tidak bergerak. Adapun kapitalisasi pasar IHSG pada sesi I hari ini mencapai Rp 13.802 triliun.
Seiring dengan anjloknya IHSG, saham-saham emiten rokok terpantau tumbang. Harga saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) turun 12,43% ke Rp 810, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 9,60% ke Rp 8.950, dan PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) anjlok 9,52%.
Dari sebelas sektor saham yang ada di BEI, sembilan sektor terpantau rontok. Saham-saham keuangan mencatat penurunan terbesar, yakni 1,77%. Saham emiten tersebut yang berada di zona merah misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 2,27% ke Rp 7.525 per lembarnya.
Di sisi lain, bursa saham Asia didominasi merosot. Indeks turun 0,13%, Shanghai Composite tergelincir 0,37%, dan Straits Times terkoreksi 0,35%. SebaliknyaHang Seng naik 0,80%.
Saham top gainers:
- PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 12,05% ke Rp 1.860
- PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) naik 5,63% ke Rp 1.220
- PT Harum Energy Tbk (HRUM) naik 5,29% ke Rp 1.095
Saham top losers:
- PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) turun 12,43% ke Rp 810
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 9,60% ke Rp 8.950
- PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) turun 11,86% ke Rp 171
