IHSG Sesi I Turun 0,28%, Saham Rokok WIIM, HMSP, hingga GGRM Justru Melesat
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG turun 0,28% atau 21,85 poin ke level 7.915 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (16/9). Namun, harga saham emiten-emiten rokok justru melonjak.
Harga saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) naik 24,70% ke level 1.035, PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) naik 24,59% ke level 1.595, PT H.M Sampoerna Tbk (HMSP) naik 19,82% ke level 665, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 19,35% ke level 11.100.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 29,49 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,33 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 14.338 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 9,34 triliun.
Sebanyak 315 saham menguat, 329 saham terkoreksi dan 157 saham tidak bergerak hingga jeda siang ini.
Seiring dengan penurunan IHSG, empat dari sebelas sektor yang tercatat di bursa saham Indonesia berada di zona merah. Sektor yang mengalami penurunan paling tajam adalah sektor keuangan.
Harga saham emiten perbankan rontok berjamaah. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,56% atau 125 poin ke level 7.900, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,45% atau 60 poin ke level 4.080, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 1,10% atau 50 poin ke level 4.480 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 1,81% atau 80 poin ke level 4.330.
Harga saham-saham di sektor industri dasar juga terpantau loyo. Harga saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 2,99% atau 70 poin ke level 2.270, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 3,03% atau 130 poin ke level 4.160 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 2,46% atau 175 poin ke level 6.925.
Sementara itu sejumlah emiten tambang emas masih melanjutkan reli seiring dengan kenaikan harga emas dunia yang menyentuh harga tertinggi sepanjang masa, naik 0,1% menjadi US$ 3.681 per ounce pada pukul 03.26 GMT.
Harga saham PT Bumi Resources Tbk Minerals Tbk (BRMS) naik 3,60% atau 20 poin ke level 575, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 0,86% atau 30 poin ke level 3.520 dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) naik 0,53% atau 5 poin ke level 950.
Dari sisi banyaknya nilai perdagangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) paling banyak ditransaksikan hingga siang ini, yaitu Rp 569,85 miliar. Disusul oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang diperdagangkan sebesar Rp 536,98 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) sebesar Rp 395,45 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diperdagangkan sebesar Rp 369,52 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 348,86 miliar.
Daftar top loser siang ini:
- PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) turun 9,73% ke 3.060
- PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk (LIFE) turun 7,97% ke level 15.300
- PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) turun 5,80% ke level 260
- PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) turun 5,52% ke level 308
Analis Phintraco Sekuritas menyatakan, secara teknikal terdapat pembentukan histogram positif pada MACD berlanjut, sementara stochastic RSI berada pada pivot area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang level 7.900-7.950 pada perdagangan sesi II,” katanya dalam riset dikutip Selasa (16/9).
MACD atau Moving Average Convergence Divergence adalah indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan dan arah tren harga saham. Garis MACD yang terus menanjak menunjukkan tren naik alias positive slope berlanjut dan momentum beli tetap kuat.
