Wall Street Melemah, Investor Ambil Untung Jelang Keputusan The Fed

Nur Hana Putri Nabila
17 September 2025, 06:32
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup turun pada perdagangan saham Selasa (16/9), karena aksi ambil untung investor sebelum pengumuman kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

S&P 500 turun 0,13% ke level 6.606,76, meski sempat menyentuh rekor baru di awal sesi. Nasdaq Composite melemah 0,07% menjadi 22.333,96, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 125,55 poin atau 0,27% ke 45.757,90.

Saham-saham unggulan yang sebelumnya menjadi motor melonjaknya pasar ikut terkoreksi. Nvidia turun 1,6%, sementara Microsoft melemah 1,2%. Tekanan jual juga terjadi pada Palantir dan Alphabet, induk usaha Google.

Fokus investor kini tertuju pada rapat dua hari The Fed yang dimulai Selasa. Menurut CME FedWatch, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama sejak Desember, dengan probabilitas 100% untuk penurunan minimal 25 basis poin.

Perhatian besar tertuju pada proyeksi terbaru bank sentral mengenai arah suku bunga hingga akhir 2025, termasuk potensi adanya satu atau dua pemangkasan tambahan.

Selain keputusan kebijakan, konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell juga akan menjadi sorotan, terutama untuk mencari arah moneter selanjutnya. Pertemuan kali ini menarik perhatian sebab bertepatan dengan dinamika politik. 

Senat AS telah mengonfirmasi Stephen Miran, pilihan Presiden Donald Trump, sebagai anggota baru bank sentral. Sementara Trump juga tengah mendorong pergantian Gubernur Fed Lisa Cook, yang masih memiliki hak suara dalam pertemuan bersama Miran.

Kepala Strategi Global di Principal Asset Management, Seema Shah, menilai lemahnya permintaan tenaga kerja masih dapat diiringi oleh kondisi pasokan tenaga kerja sehingga risiko resesi saat ini relatif kecil.

“Keputusan untuk memotong suku bunga sebesar 50 basis poin pada tahap ini tampaknya lebih didorong oleh tekanan politik daripada kebutuhan ekonomi,” ujar Shah, dikutip CNBC, Rabu (17/9).

Menurutnya, pemangkasan yang lebih moderat sebesar 25 basis poin merupakan langkah yang tepat karena The Fed mungkin akan mengantisipasi perlambatan ekonomi tanpa bereaksi berlebihan terhadap sinyal awal ketegangan.

Tarif Trump hingga TikTok

Sementara itu, para pelaku pasar tetap mencermati perkembangan negosiasi perdagangan global serta rencana penerapan tarif timbal balik yang akan mulai berlaku pada November mendatang.

Dari sisi negosiasi dengan Cina, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan kepada CNBC, Selasa (17/9) bahwa ia memperkirakan akan ada pembicaraan lebih lanjut sebelum batas waktu yang ditentukan. Menurutnya, pihak Cina kini menyadari bahwa kesepakatan perdagangan mungkin tercapai setelah AS-Cina menyelesaikan dua hari perundingan di Madrid.

Presiden AS Donald Trump juga merespons positif atas hasil pembicaraan tersebut, yang mendorong optimisme pasar. Sentimen ini membuat indeks S&P 500 ditutup di atas 6.600 untuk pertama kalinya.

Dalam perundingan pekan ini, kedua belah pihak juga berhasil mencapai kesepakatan “kerangka kerja” terkait TikTok agar aplikasi media sosial itu tetap dapat beroperasi di AS. Sumber CNBC menyebutkan bahwa Oracle akan menjadi salah satu perusahaan yang memfasilitasi TikTok, sehingga sahamnya menguat 1,5% pada Selasa.

Namun, Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengungkapkan bahwa pembicaraan dagang lebih lanjut terpaksa “ditunda” untuk sementara, lantaran perhatian saat ini difokuskan pada penyelesaian kesepakatan mengenai TikTok.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...