AKR Corporindo (AKRA) Cetak Laba Rp 1,6 T di Tengah Masalah Stok BBM

Karunia Putri
24 Oktober 2025, 17:08
BP, SPBU BP, AKR Corporindo
BP-AKR
SPBU BP-AKR. PT Aneka Petroindo Raya (JV BP-AKR), perusahaan kerja sama antara bp dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), perusahaan pengelola SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) bp di Indonesia mendapatkan penghargaan Patra Nirbhaya Karya Pratama 2022 dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Emiten pengelola SPBU British Petroleum (BP), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatatkan laba bersih pada kuartal ketiga tahun ini mencapai Rp 1,65 triliun. Kinerja laba ini tumbuh 13,01% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 1,46 triliun di tengah masalah kelangkaan stok bahan bakar minyak atau BBM di jaringan SPBU BP.

Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo menjelaskan, kinerja perusahaan hingga kuartal ketiga tahun ini didukung oleh fundamental bisnis yang kuat, infrastruktur yang terintegrasi, diversifikasi usaha,  serta disiplin keuangan.

“Pendapatan dari segmen utilitas industri JIIPE tumbuh pesat dibandingkan tahun sebelumnya, membentuk sumber pendapatan berulang baru yang kuat,” kata Haryanto dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (25/10).

Salah satu pendorong utama kenaikan laba AKRA adalah peningkatan signifikan pendapatan berulang dari kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE). Segmen kawasan industri mencatat pendapatan sebesar Rp 1,26 triliun, terutama didorong oleh lonjakan pendapatan utilitas hingga 199%, disertai monetisasi lahan dan pendapatan sewa yang stabil.

Pendapatan berulang ini mulai terealisasi seiring dengan beroperasinya penyewa utama secara penuh dan meningkatnya kapasitas produksi mereka. JIIPE dikembangkan sebagai ekosistem industri berkelas dunia dengan fokus pada pengolahan tembaga, bahan kimia, dan energi terbarukan, sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah industri nasional.

Selama periode Januari–September 2025, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan meningkat menjadi Rp 32,14 triliun, dari Rp 28,40 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan pendapatan sewa naik menjadi Rp 219,34 miliar dari Rp 208,89 miliar. Adapun total pendapatan AKRA dalam sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 32,39 triliun.

Ke depan, AKRA berencana memperkuat segmen perdagangan dan distribusi, dengan fokus pada ekspansi ke wilayah Indonesia Timur dan penguatan jaringan Business-to-Consumer (B2C).

“Kami tetap optimistis bahwa dengan semakin kuatnya iklim investasi di Indonesia, penjualan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE SEZ) akan meningkat, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan pendapatan utilitas berulang,” ujar Haryanto.

Kelangkaan Stok BBM di SPBU BP 

Jaringan SPBU BP menghadapi masalah kelangkaan BBM sejak pertengahan Agustus 2025. Pada awal bulan ini, BP-AKR menyatakan hanya tersisa satu atau dua SPBU mereka yang masih menjual BBM bensin.  Cadangan stok mereka saat itu hanya tersisa Solar untuk 17 hari, sedangkan untuk bensin telah kosong.

Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa seluruh pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta  telah sepakat untuk melakukan negosiasi dengan Pertamina ihwal pembelian BBM. Kesepakatan ini dilakukan guna menyelesaikan masalah kelangkaan stok BBM di SPBU swasta.

“Semua sudah bernegosiasi sekarang. Sebelumnya kan ada yang belum, sekarang yang belum itu sudah bernegosiasi,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika dijumpai setelah Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi yang digelar di Monumen Nasional (Monas) pada Jumat (24/10), seperti dikutip Antara.

Berdasarkan informasi sebelumnya, terdapat tiga perusahaan yang sudah menjalin negosiasi dengan Pertamina, yakni PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (APR)-AKR Corporindo Tbk (pengelola SPBU BP).

Di tengah bisnis SPBU yang masih terganjal, AKRA memacu penjualan lahan JIIPE dengan target sebesar 100 hektare (Ha) pada tahun ini.  Hingga semester pertama  2025, perusahaan telah merealisasikan penjualan 22 Ha dan berupaya menuntaskan sisanya pada paruh kedua.

“Berdasarkan tren dua tahun terakhir, penjualan lahan terbesar biasanya terjadi pada kuartal keempat. Kami berharap dapat menuntaskan penjualan lahan baru di kuartal IV tahun ini,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...