Asing Net Buy Rp 4,23 Triliun, Borong Saham Bank Besar BBCA, BBRI, BMRI
Investor asing tercatat melakukan transaksi beli bersih mencapai Rp 4,23 triliun di pasar saham Indonesia sepanjang pekan lalu. Saham bank-bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) banyak diborong asing.
Berdasarkan data Stockbit, saham BBCA menjadi yang paling banyak diburu asing pada pekan lalu dengan transaksi beli bersih mencapai Rp 2,7 triliun. Harga saham BBCA dalam sepekan pun melesat 10,33% ke level Rp 8.275.
Harga saham BBCA pulih setelah pada pekan sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam tiga tahun terakhir Rp 7.250. Adapun BBCA sempat menyenth harga saham tertingginya pada September 2024 di level Rp 10.850.
Kenaikan harga saham BBCA pada pekan lalu, antara lain didorong oleh laporan kinerja keuangan kuartal III yang positif, rencana pembelian kembali atau buyback saham, hingga sinyal pembagian dividen interim.
Saham dua bank besar lainnya juga turut diburu. Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih di saham BMRI mencapai Rp 295,29 miliar dan BBRI Rp 312,44 miliar. Namun di sisi lain, asing terpantau melepas saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencapai Rp 215 miliar.
Meski dilepas asing, harga saham BBNI terpantau paling melesat di antara keempat bank terbesar di Tanah Air. Adapun harga saham BMRI melesat 12,53% dan BBRI naik 10%.
Asing juga terpantau memborong saham sejumlah emiten blue chip lainnya, seperti PT Astra International Tbk (ASII) mencapai Rp 780,8 miliar, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 664,19 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 248,94 miliar.
Harga saham UNVR terpantau paling melesat sepekan lalu mencapai 33,16%, disusul ASII melonjak 16,89% dan TLKM naik 14,24%.
IHSG sepekan lalu naik 4,5% berakhir di level 8.271%. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat naik 3,3% menjadi Rp 15.234 triliun.
