Laba Dua Emiten Aguan, PANI dan CBDK Melesat pada Kuartal III 2025
Emiten kongsi Sugianto Kusuma atau Aguan dan Grup Salim, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK 2 dan anak usahanya, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melaporkan kinerja keuangan yang moncer hingga kuartal ketiga 2025. Laba bersih PANI melonjak 62,21% secara tahunan menjadi Rp 791,3 miliar, sedangkan laba CBDK melonjak 88,63% menjadi Rp 1,31 triliun.
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma mengatakan, kinerja moncer PANI di kuartal ketiga 2025 mencerminkan ketahanan sektor properti nasional. Pendapatan neto PANI tercatat naik 47,84% secara tahunan menjadi Rp 3,09 triliun
Aguan menjelaskan, pihaknya akan tetap fokus pada strategi pembangunan nilai jangka panjang melalui pengembangan produk yang relevan sesuai kebutuhan pasar. Menurut dia, keberhasilan jangka panjang PANI akan terbangun dengan perencanaan yang hari-hati dan kepercayaan seluruh pihak.
“Karena itu, kami akan terus berinovasi, beradaptasi, dan menjaga kualitas agar PIK2 dapat tumbuh bersama masyarakat dan perekonomian Indonesia,” kata Aguan dalam keterangan resminya dikutip Jumat (31/10).
PIK 2 sebelumnya telah menurunkan target pra-penjualan hingga akhir tahun dari Rp 5,3 triliun menjadi Rp 4,3 triliun. Turunnya target tersebut dilakukan PANI menyesuaikan dinamika makroekonomi dan tren pasar properti nasional.
“PANI memandang faktor makro seperti pergerakan nilai tukar rupiah dan moderasi kepercayaan konsumen sebagai bagian dari siklus pasar yang perlu dikelola dengan bija,” katanya.
Pada kuartal ketiga 2025, PANI mencatatkan kenaikan penjualan (marketing sales) sebesar 183% secara kuartalan atau quarter to quarter (QtQ) menjadi Rp 1,98 triliun dari Rp 699 miliar. Lonjakan tersebut terutama berasal dari segmen residensial yang tumbuh 234% berkat tingginya permintaan pada proyek Pasir Putih Residences, Padma, dan Bukit Nirmala, serta produk komersial yang naik 196% didorong oleh penjualan Bizpark PIK2, Rukan Lau Pa Sat dan Rukan Marina Bay.
Penjualan kaveling tanah komersial juga meningkat 113% secara kuartalan, dengan kontribusi terbesar berasal dari kawasan CBD PIK2. PANI optimis momentum positif ini akan berlanjut pada kuartal berikutnya, seiring beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) dan Jalan Tol Kataraja sejak September 2025, yang diharapkan meningkatkan arus pengunjung dan aktivitas ekonomi di kawasan PIK2.
Kinerja CBDK
Kinerja anak usaha PANI, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) bahkan lebih moncer. Kenaikan laba CBDK yang mencapai 88,63%, terutama ditopang pendapatan neto yang naik 44,93% menjadi Rp 2,29 triliun.
CBDK juga melakukan penyesuaian target pra-penjualan tahun 2025, dari semula Rp 2,03 triliun menjadi Rp 508 miliar. Penurunan target ini dikaitkan dengan dinamika makroekonomi, di antaranya pelemahan rupiah terhadap dolar AS sebesar 5,21% yoy serta penurunan Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) dari 123,5 menjadi 115.
Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo menyatakan, penyesuaian target tersebut diambil dengan penuh kehati-hatian dan didasarkan pada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasar dan arah ekonomi nasional.
“Kami melihat dinamika pasar saat ini sebagai bagian dari proses menuju keseimbangan baru. Penyesuaian target bukan langkah defensif, melainkan strategi realistis untuk memastikan pertumbuhan CBDK tetap sehat dan berkelanjutan,” ujar Steven.
Meski target prapenjualan telah disesuaikan, CBDK berkomitmen terus mendorong pertumbuhan lewat pengembangan proyek unggulan, baik di segmen residensial maupun produk komersial untuk memperkuat nilai jangka panjang kawasan PIK2.
Proyek unggulan tersebut antara lain adalah Rumah Milenial dan Permata Hijau Residences (residensial), serta Rukan Petak 9, Bizpark PIK2 dan SOHO The Bundi (komersial).
Hingga sembilan bulan pertama 2025, CBDK mencatat pra-penjualan sebesar Rp 321 miliar, atau 63% dari target yang telah disesuaikan. Meski terjadi penurunan dibanding kuartal sebelumnya, manajemen melihat kondisi ini sebagai konsolidasi alami untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Peluncuran infrastruktur baru seperti Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) dan Jalan Tol Kataraja sejak September 2025 diharapkan meningkatkan arus kunjungan serta aktivitas ekonomi di kawasan PIK2, membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas pada kuartal-kuartal berikutnya.
