Danantara soal Restrukturisasi Himbara: Fokus Bisnis sesuai Karakteristik Bank

Karunia Putri
14 Januari 2026, 15:01
Danantara Himbara
Katadata/Fauza Syahputra
Karyawan beraktivitas di Kantor Pusat Bank Mandiri di Jakarta, Kamis (18/9/2025). Bank Mandiri adalah salah satu anggota Himpunan Bank Milik atau Himbara.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana melakukan restrukturisasi terhadap bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Arah restrukturisasi tersebut mencakup transformasi sumber daya manusia (SDM), penajaman fokus bisnis masing-masing bank, serta adaptasi perkembangan teknologi, khususnya AI.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P Roeslani mengatakan, transformasi Himbara didorong agar semakin melek teknologi mengingat para nasabahnya sangat besar. Langkah itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan transaksi.

“Untuk Himbara, tentunya dengan teknologi kita akan meningkatkan supaya lebih cepat, lebih baik dan lebih transparan dalam pengambilan keputusan,” ujar Rosan dalam diskusi bertajuk 'Peran Danantara Indonesia Mendorong Pertumbuhan Berkualitas' di Jakarta, Rabu (14/1).

Rosan menjelaskan, penguatan fokus bisnis akan diarahkan sesuai karakteristik masing-masing bank. Sebagai contoh, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan difokuskan untuk memperkuat pembiayaan UMKM dan ritel, dengan teknologi sebagai penopang utama.

“Kita juga lebih memfokuskan (Himbara) lagi, misalnya seperti BRI kita tahu itu kan fokus lebih ke UMKM, ritel. Nah itu kita perkuat di situnya,” kata Rosan.

Dia menilai penguatan tersebut penting mengingat skala nasabah Himbara sangat besar. Jumlahnya mencapai puluhan hingga ratusan juta orang. Karena itu, kolaborasi lintas sektor perlu diperluas.

“Mereka harus berkolaborasi, tidak hanya dengan BUMN, tapi juga dengan sektor swasta dan sektor lainnya,” ucapnya.

Restrukturisasi Himbara menjadi bagian dari agenda reformasi BUMN secara luas yang dijalankan Danantara, dengan penekanan pada tata kelola perusahaan, transparansi, dan integritas. Rosan menegaskan perbaikan tata kelola dan SDM menjadi inti transformasi.

“Kita ingin menerapkan corporate governance, transparansi, akuntabilitas dan integritas secara penuh. Transformasi ini menyeluruh, terutama pada sumber daya manusianya,” ujar Rosan.

Selain perencanaan, ia menekankan pentingnya konsistensi implementasi di lapangan. Rosan mencontohkan sejumlah BUMN yang telah menjalani restrukturisasi, seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).

Menurutnya, restrukturisasi tersebut mulai memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional maupun saham. Ia mengklaim saham TLKM dalam enam bulan terakhir naik hingga 81%. Namun berdasarkan pantauan Katadata, saham TLKM dalam enam bulan terakhir hanya naik sekitar 30% per hari ini, Rabu (14/1).

Di sisi lain, Rosan menilai perbaikan BUMN juga berkaitan erat dengan transformasi digital seiring perkembangan teknologi.

Restrukturisasi untuk Penyehatan Emiten BUMN

Merujuk laporan Danantara Economic Outlook 2026, Danantara menilai proses restrukturisasi perusahaan BUMN berpotensi memperbaiki kesehatan keuangan emiten pelat merah. Menurut badan pengelola investasi itu, potensi tersebut tercermin dari pergerakan harga saham sejumlah emiten BUMN yang mulai menunjukkan sinyal pemulihan seiring restrukturisasi yang dijalankan.

Danantara mencatat sejumlah emiten yang menjalani restrukturisasi, seperti KRAS, GIAA, TINS, dan TLKM mulai mendapatkan kembali kepercayaan investor. Kebangkitan saham-saham tersebut dinilai menjadi indikasi positif terhadap efektivitas program restrukturisasi.

Dikatakan bahwa restrukturisasi tidak semata bertujuan menyelamatkan perusahaan, melainkan melakukan penataan ulang operasional dan neraca keuangan secara menyeluruh. Menurut Danantara, suntikan modal akan lebih berdampak apabila disertai persyaratan ketat, rasionalisasi aset, peningkatan indikator kinerja utama (KPI) operasional serta penguatan akuntabilitas yang kredibel.

Selain itu, konsolidasi dinilai menjadi katalis utama dalam proses restrukturisasi. Upaya menyederhanakan ekosistem BUMN dan mengurangi fragmentasi dipandang sebagai kunci perbaikan tata kelola dan efisiensi permodalan. Danantara menilai investor telah merespons positif narasi pemulihan sejumlah BUMN yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Dalam proses restrukturisasi tersebut, PT Garuda Indonesia Tbk memperoleh suntikan dana dari Danantara sebesar Rp 23,67 triliun. Sementara itu, PT Krakatau Steel Tbk menerima dana sebesar Rp 4,93 triliun yang digunakan untuk mendukung penyehatan struktur keuangan dan operasional perseroan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...