IHSG Pekan Ini Diprediksi Masih Dibayangi Outflow dan Metodologi Baru MSCI

Ahmad Islamy
26 Januari 2026, 09:29
IHSG
Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase penuh tekanan setelah mencatatkan arus modal keluar (outflow) yang cukup masif pada pekan lalu. Berdasarkan data perdagangan, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 3,5 triliun di seluruh pasar atau Rp 3,25 triliun jika hanya merujuk pada pasar reguler. 

Fenomena ini memicu kekhawatiran pelaku pasar mengenai arah gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk sepekan ke depan.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, terdapat beberapa faktor fundamental dan teknikal yang memicu aksi jual triliunan rupiah tersebut. Salah satu pemicu utamanya adalah kondisi nilai tukar rupiah yang saat ini berada di level all-time high atau mendekati angka Rp 17.000 per dolar AS. 

"Pelemahan nilai tukar ini menjadi sentimen negatif yang mendorong investor asing untuk mengamankan aset mereka terlebih dulu," kata Michael kepada Katadata, Senin (26/1).

Selain faktor nilai tukar rupiah, pasar saat ini tengah mengantisipasi pengumuman penting dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait perhitungan metodologi free float terbaru yang dijadwalkan pada 30 Januari mendatang. 

Menurut Michael, jika metodologi baru ini diimplementasikan, terdapat potensi besar akan terjadinya aliran modal keluar lebih lanjut dari IHSG. Hal inilah yang mendasari langkah para investor untuk melakukan aksi jual atau sell off lebih awal sebagai antisipasi sebelum pengumuman tersebut resmi dikeluarkan.

Tekanan pasar ini terasa sangat nyata pada emiten-emiten milik konglomerat ternama, terutama saham-saham di bawah naungan Prajogo Pangestu yang sempat mengalami koreksi serentak pekan lalu. Salah satunya adalah PT Petrosea Tbk (PTRO), yang digadang-gadang menjadi emiten baru untuk masuk ke dalam indeks global MSCI.

Seperti diketahui, pada akhir perdagangan pekan lalu, harga saham PTRO terkoreksi amat dalam 14,85% atau 1.600 poin ke level Rp 9.175. Harga saham ini bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dua hari beruntun. Sementara pada pembukaan perdagangan hari ini, saham PTRO bergerak cukup fluktuatif dan sempat terkoreksi 6,81% ke harga Rp 8.550 per unit pada pukul 09.02 WIB.

Michael menilai PTRO dan saham-saham dalam konglomerat lainnya memang berkaitan erat dengan narasi perubahan metodologi MSCI tersebut, sehingga menjadi yang paling terdampak. 

Kendati demikian, dia menekankan bahwa permasalahan yang terjadi saat ini lebih bersifat struktural terkait mekanisme pasar dan indeks, bukan disebabkan oleh penurunan kinerja fundamental perusahaan itu sendiri. 'Situasi ini justru menjadi tantangan bagi para emiten untuk memperbaiki struktur perusahaan mereka di mata pasar global," ujarnya.

Mengenai kelanjutan tekanan pada saham-saham konglomerat maupun emiten potensial MSCI lainnya, Michael memproyeksikan volatilitas masih akan mewarnai perdagangan hingga 30 Januari mendatang. Namun, ia memperkirakan tekanan jual tersebut perlahan akan mulai mereda sebelum pengumuman resmi dari MSCI. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar yang sebelumnya terjebak dalam aksi spekulasi dan kekhawatiran.

Di sisi lain, Michael memberikan catatan khusus untuk saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Berbeda dengan beberapa emiten lain yang terdampak isu struktural cukup dalam, saham emiten Grup Bakrie-Salim ini dinilai relatif lebih aman. 

Hal ini dikarenakan posisi harga saham BUMI yang masih berada jauh di atas batas ambang batas (threshold) yang ditentukan, yakni di level Rp 308. Dengan begitu, kata Michael meski pasar secara umum sedang mengalami turbulensi akibat sentimen eksternal dan perubahan regulasi indeks global, prospek beberapa emiten tetap memiliki ruang untuk bertahan asalkan didukung oleh struktur yang memenuhi kriteria pasar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...