Poin-Poin Pertemuan OJK-SRO Respons Pengumuman MSCI, Bakal Jadi Penyejuk Pasar?

Nur Hana Putri Nabila
29 Januari 2026, 15:43
OJK
Katadata / nur hana nabila
Konferensi pers bersama OJK dan SRO pasar modal Indonesia di Jakarta, Kamis (29/1).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama jajaran Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal membeberkan rencana tindak lanjut seusai pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia pada Februari 2026. 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan, pihaknya menerima penjelasan tersebut sebagai masukan yang baik. Menurutnya, MSCI tetap ingin memasukkan saham-saham emiten Indonesia ke dalam indeks global. Tak hanya itu, dia meyakini pasar modal Indonesia masih potensial dan investable bagi investor internasional.

Seiring dengan itu, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) menyiapkan sejumlah langkah. Pertama, OJK dan SRO menindaklanjuti proposal atau penyesuaian yang telah dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang sudah dipublikasikan. Mahendra mengatakan, saat ini proposal itu sedang dipelajari oleh MSCI apakah sesuai dengan yang mereka butuhkan.

Penyesuaian tersebut antara lain mengecualikan investor dalam kategori corporate dan others dalam perhitungan free float. Lalu juga mempublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk masing-masing kategori kepemilikan. 

“Nah, seperti saya katakan bahwa penyesuaian tadi itu sedang dikaji lebih jauh oleh MSCI,” kata Mahendra dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1). 

Ia menuturkan, apapun respons dari MSCI, OJK–SRO akan memastikan dan melakukan penyesuaian lebih lanjut jika diperlukan. Otoritas juga akan melaksanakan hingga final sehingga diterima sesuai dengan yang dimaksudkan oleh MSCI. Mahendra menyebut permintaan tambahan dari MSCI ini akan ditindaklanjuti dengan memastikan seluruh ketentuan yang diterapkan selaras dengan standar internasional.

Kedua, SRO akan menerbitkan aturan mengenai kewajiban free float minimal 15% dalam waktu dekat dengan tingkat transparansi yang baik. Mahendra mengatakan emiten atau perusahaan publik yang dalam jangka waktu tertentu sebagaimana diatur tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut akan dikenakan exit policy melalui proses pengawasan.

Ketiga, Mahendra mengatakan bahwa pemerintah akan menerbitkan peraturan terkait demutualisasi bursa yang akan tuntas pada kuartal pertama tahun ini.

Mahendra menegaskan, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen OJK–SRO untuk memperkuat integritas sekaligus meningkatkan transparansi di pasar modal. OJK juga berkomitmen mengawal seluruh proses agar berjalan efektif dan tepat waktu. 

Regulator akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan proses dan langkah lebih lanjut untuk menyempurnakan terhadap pengaturan dan implementasi yang berlaku.

“Saat ini akan terus dilakukan sehingga kesepahaman terhadap apa yang dimaksud dan memenuhi standar setara dengan internasional dapat dicapai dengan baik,” ujar Mahendra.  

IHSG Trading Halt 2 Hari Beruntun

Belum genap setahun, bursa Indonesia sudah empat kali mengalami trading halt akibat penurunan yang dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tak hanya itu, indeks kini sudah menjauh dari level tertingginya 9.134 pada 20 Januari 2026. 

IHSG rontok 8% ke level 7.654 hari ini, Kamis (29/1) pukul 9.26. WIB. Adapun volume yang diperdagangkan tercatat 13 miliar dengan nilai transaksi Rp 10,86 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp 13.861 triliun. Hanya 33 perusahaan yang naik, 658 anjlok, dan 20 perusahaan tak bergerak. 

Ini menjadi trading halt kedua yang dilakukan bursa pada 2026. Penghentian pertama dilakukan bursa pada perdagangan kemarin, Rabu (28/1) pukul 13.43 WIB. 

Lalu sebelumnya pada April 2025, BEI juga menghentikan sementara perdagangan seusai IHSG anjlok 9,19% ke level 5.912. Tak hanya itu, pada Maret 2025 IHSG terkena trading halt setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 5,02%. 

Trading halt adalah pembekuan sementara perdagangan bursa dengan kondisi seluruh pesanan yang belum teralokasi (open order) akan tetap berada dalam sistem perdagangan efek otomatis JATS dan dapat ditarik oleh Anggota Bursa.

Merosotnya IHSG sejak kemarin antara lain dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...