IHSG Anjlok Lebih dari 4%, Saham Emiten Emas ANTM, ARCI, BRMS Rontok
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lebih dari 4% pada perdagangan Senin (2/2). Indeks tertekan harga saham saham emiten tambang emas yang anjlok berjamaah seiring penurunan tajam harga emas di pasar spot.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) secara intraday pukul 9.23 WIB, IHSG anjlok 4,15% atau 345,96 poin ke level 7.983. Volume transaksi tercatat mencapai 15,16 miliar saham dengan frekuensi 866,77 ribu transaksi. Adapun kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp 14.395 triliun.
Saham-saham emiten emas rontok berjamaah. Harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) anjlok 12,35% ke level 3.690 dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) merosot 14,81% ke level 920. Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA) turun 10,69% ke level 5.850, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) melemah 12,68% atau 225 poin ke level 1.550, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) terjun 13,09% ke level 478.
Tekanan terhadap saham emiten tambang emas terjadi seiring harga emas dunia yang terus melemah. Harga emas spot turun 0,30% ke level US$ 4.734 per ons pada pukul 02.14 GMT, Senin (2/2). Logam mulia ini sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.594 per ons pada Kamis (29/1).
Mengutip Bloomberg, harga emas mencatat penurunan tajam setelah reli panjang, bahkan menjadi penurunan terbesar dalam lebih dari satu dekade. Pada perdagangan Senin, harga emas spot sempat merosot hingga 6,3%. Sementara itu, harga perak bergerak sangat volatil dan turun ke kisaran US$ 75 per ons, setelah sebelumnya sempat naik hingga 3,2%. Perak mencatat kerugian intraday terbesar sepanjang sejarah pada sesi sebelumnya.
“Ini belum berakhir. Kita perlu melihat apakah harga akan menemukan level dukungan. Intinya, perdagangan sebelumnya terlalu padat,” ujar mantan pedagang logam mulia JPMorgan Chase & Co Robert Gottlieb dikutip dari Bloomberg, Senin (2/2).
Sepanjang tahun lalu, harga logam mulia melonjak ke rekor tertinggi, didorong oleh kekhawatiran geopolitik, pelemahan mata uang global serta isu independensi bank sentral Amerika Serikat. Reli semakin menguat pada Januari, seiring derasnya pembelian emas dan perak, termasuk dari spekulator asal Tiongkok.
Aksi jual tajam dipicu kabar bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed). Langkah tersebut mendorong penguatan dolar AS dan melemahkan sentimen investor terhadap aset lindung nilai. Pelaku pasar menilai Warsh sebagai figur yang sangat hawkish terhadap inflasi, sehingga meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang mendukung dolar dan menekan harga emas.
Pada pukul 09.21 waktu Singapura, harga emas turun 4,4% ke level US$ 4.680,76 per ons. Harga perak melemah 2,2% menjadi US$ 83,29 per ons. Harga platinum dan paladium juga tercatat menurun. Sementara itu, Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,1% setelah melonjak 0,9% pada sesi sebelumnya.
