FTSE Tunda Evaluasi Saham Indonesia, Berpengaruh ke Rapat dengan MSCI Besok?

Karunia Putri
10 Februari 2026, 16:44
FTSE MSCI
KATADATA/FAUZA SYAHPUTRA
Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan penundaan evaluasi indeks Indonesia pada periode Maret 2026 oleh FTSE Russell tidak berdampak pada agenda pertemuan dengan MSCI Inc besok, Rabu (11/2). Hal itu disampaikan Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.

Dia menyatakan, jadwal dan isi diskusi yang dirancang besok masih tetap sama. “Concern dari FTSE sama dengan MSCI yaitu terkait transparansi dan granularisasi data investor,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/1).

Jeffrey menjelaskan, bursa sebelumnya telah bertemu bersama pihak FTSE sebelum pengumuman tersebut dikeluarkan. Dia menyatakan, lembaga asal Inggris tersebut memberikan dukungan atas tiga rencana aksi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama SRO pasar modal menyusul pengumuman yang disampaikan MSCI sebelumnya.

“Mereka menekankan pada implementasinya agar tepat waktu sesuai timeline yang telah disampaikan,” kata Jeffrey.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai direktur pengembangan BEI itu menyatakan, pertemuan dengan MSCI besok akan sesuai dengan rencana yang telah diutarakan BEI sebelumnya, yaitu terkait teknis proposal yang telah disampaikan oleh BEI pada 5 Februari 2026.

Adapun dalam pengumumannya, FTSE menyebut tidak ada rebalancing indeks pada April ini setelah mencermati proses reformasi pasar modal Indonesia. Hal yang paling jadi sorotan adalah adanya ketikdapastian dalam penentuan free float dan potensi gangguan pasar selama proses reformasi berlangsung. 

FTSE menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar modal RI dan mengumumkan kembali review kuartalan pada Juni 2026. Pengumuman selanjutnya dijadwalkan pada 22 Mei 2026. 

“Mengikuti masukan dari Komite Penasihat Eksternal FTSE Russell dan mempertimbangkan potensi dampak negatif pada volume perdagangan serta ketidakpastian dalam pasar RI menentukan persentase free float,” tulis FTSE dalam pengumumannya, Selasa (10/2).   

Dampak utama dari kebijakan itu yakni seluruh perubahan indeks untuk sementara tidak diterapkan. Penundaan tersebut mencakup penambahan saham baru, baik dari IPO maupun hasil evaluasi, serta penghapusan saham dari hasil review

Selain itu, perubahan klasifikasi ukuran emiten (large, mid, dan small cap), penyesuaian jumlah saham beredar serta bobot investasi juga ditangguhkan. Aksi korporasi berupa rights issue untuk sementara tidak dilakukan dalam perhitungan indeks.

Meski demikian, sejumlah ketentuan tetap berjalan. Di antaranya, penghapusan saham akibat merger, akuisisi, suspensi berkepanjangan, bangkrut, atau delisting tetap diproses sesuai aturan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...