FTSE sebelumnya menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar modal RI dan mengumumkan kembali review kuartalan pada Juni 2026. Pengumuman selanjutnya dijadwalkan pada 22 Mei 2026.
Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons usai Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell menunda evaluasi indeks Maret 2026 untuk pasar saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka turun ke level oreksi 4,75 poin atau -0,06% ke level 8.027,12 pada perdagangan Selasa (102). Penurunan terjadi seiring dengan pengumuman terbaru dari FTSE
Pasar modal Tanah Air kembali menerima kabar tak sedap dari lembaga pemeringkat global. Setelah MSCI membekukan evaluasi indeks, kini giliran FTSE yang menunda rebalancing indeks saham RI.
Dana asing kembali membanjiri pasar saham Indonesia sejak awal 2026 di tengah ketidakpastian global. Rebalancing indeks MSCI dan FTSE turut menjadi katalis. Saham apa diburu sejak awal tahun?
Dalam hasil evaluasi kuartalan FTSE Global Equity Index Series atau global syariah tidak ada penambahan emiten, sedangkan AMMN tak lagi masuk dalam indeks.
Financial Times Stock Exchange (FTSE) Russell merilis hasil tinjauan indeks FTSE ESG Low Carbon periode September 2025. Dalam daftar terbarusejumlah saham besar Indonesia terdepak dari daftar
Harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) telah melesat lebih dari 20% dalam sebulan terakhir di tengah katalis positif masuknya saham emiten grup Sinarmas ini ke indeks FTSE dan MSCI.
FTSE Russell mengumumkan hasil tinjauan semi-tahunan FTSE Global Equity Index Series untuk periode September 2025. Berdasarkan pengumuman resmi usai penutupan perdagangan Jumat (22/8), sejumlah emiten
Emiten produsen susu cair UHT dengan merek Ultra Milk PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) resmi masuk dalam indeks Small Cap FTSE Russell untuk periode September 2025.