Kisi-Kisi Dividen Jumbo Astra (ASII) Mei 2026, Usul Tebar Rp 292 per Saham

Nur Hana Putri Nabila
14 April 2026, 16:31
ASII
Unsplash
Ilustrasi investor ritel menerima dividen atas kepemilikan saham.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) mengusulkan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 292 per saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan atau RUPST 2026 pada Kamis (23/4) pekan depan. Berdasarkan mata acara kedua rapat itu, Astra membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 32,77 triliun untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025.

Dari laba tersebut, perseroan mengusulkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 390 per saham. Nilai itu sudah termasuk dividen interim Rp 98 per saham yang telah dibayarkan pada Oktober 2025. “Sehingga, sisanya sebesar Rp 292 per saham akan dibayarkan pada Bulan Mei 2026,” demikian tertulis dalam laporan tersebut, Selasa (14/4). 

Sepanjang tahun lalu, ASII membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 32,76 triliun sepanjang 2025. Torehan ini menyusut 3,36% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 33,90 triliun.

Alhasil, laba per saham perseroan ikut turun 3% jadi Rp 810 dari Rp 837 per lembar pada periode sebelumnya. Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro mengatakan, penurunan laba terutama disebabkan oleh melemahnya harga batu bara dan lesunya pasar mobil baru.  

“Namun, kinerja bisnis grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” kata dia dalam keterangan persnya.

Mengutip laporan keuangan ASII hingga periode 31 Desember 2025, pendapatan bersih tercatat turun 1,54% menjadi Rp 323,39 triliun dari Rp 328,48 triliun. 

Penurunan terutama berasal dari berkurangnya kontribusi bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta penjualan mobil baru. Kinerja ini sebagian diimbangi oleh pertumbuhan pada bisnis pertambangan emas, jasa keuangan dan sepeda motor. 

Menilik lebih lanjut, laba bersih ASII pada 2025 bersumber dari divisi otomotif dan mobilitas Rp 11,36 triliun, jasa keuangan Rp 8,95 triliun, alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi Rp 9,09 triliun, infrastruktur Rp 1,25 triliun, agribisnis Rp 1,17 triliun, properti Rp 719 miliar, dan teknologi informasi Rp 208 miliar.  Nilai aset bersih per saham meningkat 8% menjadi Rp 5.692.

Sementara itu, kas bersih di luar anak usaha jasa keuangan mencapai Rp 7,2 triliun, turun dari Rp 8 triliun pada 2024. Utang bersih anak usaha jasa keuangan naik menjadi Rp 64,9 triliun dari sebelumnya Rp 60,2 triliun.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...