Wall Street Menghijau, Investor Tetap Optimistis di Tengah Tensi Iran-AS

Karunia Putri
15 April 2026, 06:21
Wall Street
xPACIFICA/Getty Image
Pemandangan umum aktivitas di NYSE, bursa Amerika Serikat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) ditutup naik pada perdagangan Selasa (14/4). Pelaku pasar cenderung mengabaikan kegagalan pembicaraan damai antara AS dan Iran, kendati tetap optimistis peluang kesepakatan di masa depan masih terbuka.

Indeks S&P 500 naik 1,18% dan ditutup di level 6.967,38. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 317,74 poin atau 0,66% ke level 48.535,99. Adapun Nasdaq Composite melonjak 1,96% ke posisi 23.639,08.

Penguatan pada awal pekan ini juga menghapus seluruh kerugian S&P 500 sejak memanasnya konflik Iran. Ahli strategi investasi Baird Ross Mayfield menilai potensi eskalasi lanjutan masih ada, namun relatif kecil.

“Saya tidak menutup kemungkinan adanya eskalasi ulang dan potensi penurunan dari sini, tetapi saya rasa itu kecil kemungkinannya. Pasar tampaknya sudah memperhitungkan tingkat kekhawatiran tertentu terkait Iran,” ujar Mayfield dikutip dari CNBC, Rabu (15/4).

Ia mengatakan, pasar kini kembali mendekati level tertinggi sepanjang masa alias all-time high (ATH) dengan kondisi yang lebih solid dan didukung latar belakang yang lebih kondusif. Selain itu, musim laporan keuangan dinilai berpotensi memperkuat sentimen bullish.

Saham-saham teknologi kembali menjadi penopang utama penguatan indeks. Oracle Corporation naik 4,7%, melanjutkan reli lebih dari 12% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Nvidia dan Palantir Technologies juga mencatatkan kinerja positif.

Seorang pejabat Gedung Putih juga mengungkapkan, putaran kedua negosiasi tengah dibahas, meskipun belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.

Dari sisi komoditas, harga minyak mentah berbalik arah setelah sebelumnya menguat. Minyak mentah West Texas Intermediate turun 7,87% menjadi US$ 91,28 per barel, sedangkan Brent melemah 4,6% ke level US$ 94,79 per barel.

Sentimen pasar turut ditopang oleh rilis data inflasi dari indeks harga produsen (PPI) Maret yang mencatat kenaikan lebih rendah dari perkiraan.

Walaupun demikian, sejumlah saham perbankan mengalami tekanan setelah merilis laporan kinerja. Wells Fargo mencatat hasil di bawah ekspektasi sehingga sahamnya turun lebih dari 5%.

Sementara JPMorgan Chase membukukan kinerja kuartal pertama yang melampaui perkiraan, namun memangkas proyeksi pendapatan bunga bersih, sehingga sahamnya bergerak melemah tipis.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...