Wall Street Ditutup Bervariasi Pekan Lalu di Tengah Mandeknya Negosiasi Iran-AS
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (24/4) waktu setempat, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Mandeknya pembicaraan damai antara AS dengan Iran serta eskalasi di Selat Hormuz mendorong harga minyak naik.
Indeks S&P 500 naik 0,80% ke level 7.165,08 dan Nasdaq Composite naik 1,63% ke posisi 24.836,60. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,16 poin menjadi 49.230,71.
Analis Vital Knowledge Adam Crisafulli menilai, konflik masih berada dalam jalur de-eskalasi meski ketegangan meningkat. “Meski ini menjadi sentimen negatif moderat, kami tetap melihat konflik masih berada dalam jalur de-eskalasi,” ujar Crisafulli dikutip dari CNBC, Senin (27/4).
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu membatalkan rencana pengiriman utusan khusus AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata terkait Iran. Ia menilai negosiasi dapat dilakukan melalui sambungan telepon.
“Terlalu banyak waktu terbuang untuk perjalanan, terlalu banyak pekerjaan!” tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menyatakan belum ada rencana pertemuan antara Teheran dan Washington dalam waktu dekat.
Ketegangan meningkat di sekitar Selat Hormuz setelah Garda Revolusi Iran menaiki dua kapal kontainer di jalur pelayaran strategis tersebut, yang merupakan salah satu arteri utama distribusi minyak global. Kondisi ini mendorong harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 2% ke atas US$ 96 per barel, sedangkan harga minyak Brent menguat sekitar 2% hingga melampaui US$ 107 per barel.
Dari sisi korporasi, lima perusahaan teknologi raksasa yang dijuluki Magnificent Seven dijadwalkan merilis laporan kinerja pada pekan terakhir April. Agenda ini meningkatkan perhatian pasar, mengingat valuasi saham saat ini telah mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang tinggi.
Pelaku pasar juga menantikan keputusan kebijakan moneter Federal Reserve pada Rabu. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi yang terakhir bagi Jerome Powell sebagai ketua, sebelum posisinya diperkirakan digantikan oleh Kevin Warsh pada Mei.
Sementara itu, Departemen Kehakiman AS pada Jumat memutuskan menghentikan penyelidikan pidana terhadap Powell. Keputusan tersebut mendorong Senator Thom Tillis mencabut penolakannya terhadap proses konfirmasi Warsh.
