Prabowo Bilang Orang Desa Enggak Pakai Dolar, Ini Kata Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal respons masyarakat terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut orang di desa tidak memakai dolar. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo pada Sabtu (16/5) di tengah jebloknya nilai tukar rupiah.
“Itu kan konteksnya berbicara di pedesaan, bukan konteks di internasional kan. Ngomong kan di koperasi desa,” kata Purbaya di kantor Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu, Jakarta Selatan, Senin (18/5).
Menurut dia, masyarakat harus memahami konteks lokasi saat Prabowo berpidato. Purbaya pun menegaskan bahwa Prabowo paham dengan kondisi rupiah yang tengah melemah dan dampaknya.
“Pak Presiden mengerti betul tentang rupiah, cuma kan konteksnya di sana waktu kemarin di situ ya,” kata dia.
Di sisi lain, Purbaya memastikan bahwa kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masih aman di tengah pelemahan rupiah saat ini. Kurs saat ini, menurut dia, masih masuk dalam skenario perhitungan anggaran yang dibuat pemerintah.
“Waktu kita hitung rupiahnya bukan seperti asumsi APBN yang sebelumnya. Jadi gitu kira-kira. Nanti kalau sebut angkanya orang 'Oh pemerintah maunya sekian', enggak. Tapi udah kami hitung, jadi enggak usah khawatir,” kata Purbaya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta masyarakat tak khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi saat ini. Menurut dia, pelemahan rupiah sejauh ini tak berdampak pada masyarakat secara umum, terutama yang berada di wilayah pedesaan.
“Selama Purbaya (Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa) bisa senyum, tenang saja tidak usah khawatir. Mau dolar berapa ribu (rupiah) kek, kalian di desa-desa tidak pakai dolar,” kata Prabowo saat peresmian operasionalisasi 1.061 unit Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, dipantau secara daring melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5).
Menurut Prabowo, kebanyak orang yang khawatir dan pusing dengan kurs rupiah adalah orang-orang yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri. Dia percaya ekonomi Indonesia saat ini memiliki fundamental yang kuat.
“Orang mau bilang apa, Indonesia kuat. Percaya pada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita,” ujarnya.
