2 Hari Reli Saham Grup Barito Kembalikan Prajogo ke Puncak Orang Terkaya Forbes
Konglomerat pemilik grup petrokimia dan energi Prajogo Pangestu kembali menduduki posisi sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia. Kedudukan itu kembali didapatkan Prajogo setelah saham-sahamnya reli selama dua hari perdagangan bursa.
Berdasarkan data Forbes Real Time Billionaires, kekayaan Prajogo mencapai US$ 18,1 miliar atau sekitar Rp 323,68 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.883 per dolar AS. dengan harta kekayaan tersebut menempatkannya di peringkat 153 orang terkaya dunia versi Forbes.
Lonjakan kekayaan itu membuat Prajogo kembali menggeser pemilik Grup Djarum yaitu R. Budi Hartono yang sebelumnya menempati posisi orang terkaya nomor satu di Indonesia. Saat ini, kekayaan Budi Hartono tercatat sebesar US$ 14,9 miliar.
Di bawah Budi Hartono, terdapat konglomerat batu bara Low Tuck Kwong dengan total kekayaan mencapai US$ 14,3 miliar.
Kenaikan kekayaan Prajogo terjadi seiring reli saham-sahamnya sejak perdagangan Jumat (29/5), alias hanya dua hari perdagangan bursa. Sejumlah saham miliknya naik gila-gilaan, bahkan beberapa di antaranya sempat menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Reli tersebut terbilang menjadi anomali karena terjadi setelah tiga saham yang berafiliasi dengan Prajogo dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard Index pada rebalancing periode Mei dan efektif hari ini, Selasa (2/6).
Tiga saham tersebut yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Tekanan akibat keluarnya saham-saham tersebut dari MSCI belum menghentikan laju penguatan saham Grup Barito.
Pada perdagangan sesi pertama Selasa (2/6), saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melonjak menyentuh ARA dengan kenaikan 24,60% menjadi Rp 785 per saham. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melesat 24,55% ke level Rp 4.110 dan nyaris menyentuh batas ARA di Rp 4.120.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 5,15% menjadi Rp 2.040 per saham. Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melompat 12,04% ke level Rp 2.000.
Adapun saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menguat 7,60% menjadi Rp 5.025 per saham. Di sisi lain, saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 5,88% ke level Rp 900.
Kenaikan saham-saham Grup Barito tersebut menjadi salah satu pendorong kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang ini. Saham-sahamnya menjadi top gainers pada perdagangan siang ini. IHSG melonjak 1,49% atau 91,48 poin ke Rp 6.1496.218.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume transaksi perdagangan sepanjang sesi pertama mencapai 18,85 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,56 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.961 triliun dengan total nilai transaksi siang ini sebesar Rp 14,844 triliun. Sebanyak 336 saham ditutup naik, 316 saham turun dan 164 saham lainnya tidak bergerak.
