Wall Street Melemah Jelang IPO SpaceX, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Merah
Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mayoritas ditutup turun pada perdagangan Selasa (9/6) waktu setempat. Pelemahan terjadi karena investor melakukan rotasi portofolio dan penantian investor terkait IPO SpaceX.
Indeks S&P 500 turun 0,26% ke level 7.386,65 dan Nasdaq Composite berkurang 0,97% menjadi 25.678,82. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average naik 86,10 poin atau 0,17% ke posisi 50.872,11.
CEO Infrastructure Capital Advisors Jay Hatfield mengatakan, investor mulai melakukan rotasi portofolio dari saham-saham pertumbuhan jangka panjang menuju saham siklikal, misalnya Home Depot yang berpotensi diuntungkan dari normalisasi aktivitas perdagangan melalui Selat Hormuz.
Menurut Hatfield, tekanan jual juga dipengaruhi oleh rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini. Selain itu, Juni secara historis juga bukan bulan yang kuat bagi pasar saham.
"Saya rasa semua orang sedikit gugup. Pasar kemungkinan akan bergerak fluktuatif sampai IPO SpaceX selesai," ujar Hatfield seperti dikutip CNBC, Rabu (10/6).
Sebelumnya, ETF anjlok 10% pada Jumat (5/6), menjadi penurunan harian terdalam dalam enam tahun terakhir. Investor khawatir reli saham chip yang ditopang euforia kecerdasan buatan (AI) telah berlangsung terlalu cepat dan terlalu tinggi.
Saham Micron Technology turun 1% setelah naik 10% sehari sebelumnya. Pada pekan lalu, saham perusahaan itu sempat merosot sekitar 20% hanya dalam dua hari perdagangan, termasuk penurunan 13% pada Jumat. Sementara itu, Broadcom juga terkoreksi 1% setelah gagal mempertahankan penguatan yang terjadi pada awal pekan.
Kendati demikian, pasar sempat bergerak positif setelah harga minyak dunia turun di tengah harapan meredanya konflik di Timur Tengah.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,4% dan ditutup di level US$88,20 per barel. Penurunan terjadi setelah Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright menyatakan lalu lintas kapal di Selat Hormuz meningkat signifikan.
Turunnya harga minyak memang menekan saham-saham energi di indeks S&P 500 hingga 1,6%. Namun, kondisi tersebut justru mendorong penguatan sektor lain. Sektor material dan barang konsumsi nonprimer menjadi penopang utama indeks.
Di tengah sentimen tersebut, OpenAI dilaporkan secara rahasia telah mengajukan dokumen IPO pada Senin malam. Langkah ini semakin meningkatkan antusiasme investor terhadap tema investasi berbasis kecerdasan buatan.
Sementara itu, SpaceX dijadwalkan melantai di bursa pada Jumat (12/6) dalam aksi IPO yang diperkirakan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Sebagian investor menilai penawaran saham tersebut dapat menjadi katalis baru bagi reli pasar yang ditopang sektor AI.
