Wall Street Merosot Imbas Turunnya Saham Produsen Cip

Karunia Putri
25 Juni 2026, 06:37
Ilustrasi bursa Wall Street, New York Stock Exchange, Amerika Serikat
Unsplash.com
Ilustrasi bursa Wall Street, New York Stock Exchange, Amerika Serikat
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mayoritas ditutup turun perdagangan Rabu (24/6) imbas turunnya saham perusahaan produsen cip memori, Micron Technology. Sementara investor menantikan laporan keuangan perusahaan tersebut yang akan dirilis setelah penutupan pasar.

Indeks Nasdaq turun 0,43% dan ditutup di level 25.476,64. Sementara itu, indeks S&P 500 terkoreksi 0,10% ke posisi 7.358,22. Berbeda dengan keduanya, indeks Dow Jones Industrial Average naik 182,06 poin atau 0,35% menjadi 51.848,90.

Chief Investment Officer RGA Investments Rick Gardner menilai koreksi saham teknologi merupakan hal yang wajar setelah reli panjang yang mendorong valuasi sektor tersebut ke level tinggi.

"Penurunan saham teknologi ini merupakan koreksi yang sehat karena banyak saham teknologi sudah mengalami kenaikan yang berlebihan," kata Gardner, dikutip dari CNBC, Kamis (25/6).

Menurut dia, investor mulai menyadari ekspektasi laba emiten teknologi telah berada pada level yang sangat tinggi. Kondisi ini membuat perusahaan-perusahaan teknologi menghadapi tantangan lebih besar untuk memenuhi harapan pasar saat musim laporan keuangan kembali bergulir pada Juli.

"Kami melihat koreksi ini sebagai bentuk penyesuaian ulang ekspektasi investor," ujar Gardner.

Di pasar komoditas, harga minyak melanjutkan tren penurunan. Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 4,33% dan ditutup di US$ 73,74 per barel, level terendah sejak sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 3,92% menjadi US$ 70,34 per barel. Harga WTI bahkan sempat menyentuh level terendah sejak awal Maret.

Turunnya harga minyak turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury tenor 10 tahun kembali turun ke bawah level 4,5%.

Sektor energi menjadi salah satu yang paling tertekan. Saham Exxon Mobil, Chevron, ConocoPhillips dan SLB masing-masing merosot lebih dari 2%. ETF sektor energi State Street Energy Select Sector SPDR (XLE) juga melemah lebih dari 1%.

Di sisi lain, saham Micron ditutup turun 0,3% setelah memangkas sebagian kerugiannya. Saham produsen memori lainnya, Sandisk, turun 2,5%. Pada sesi sebelumnya, kedua saham tersebut anjlok hingga 13%. Adapun ETF semikonduktor VanEck Semiconductor ETF (SMH) berakhir sedikit lebih rendah.

Micron dijadwalkan merilis laporan keuangan terbarunya setelah penutupan pasar. Berdasarkan survei FactSet, analis memperkirakan laba per saham (EPS) mencapai US$ 20,83 dengan pendapatan sebesar US$ 35,75 miliar.

Pergerakan pasar pada Rabu terjadi sehari setelah aksi jual di sektor teknologi menyeret Nasdaq dan S&P 500 ke zona merah. Investor melepas saham-saham yang terkait industri semikonduktor sehingga ETF chip SMH anjlok 7% pada perdagangan sebelumnya.

Sepanjang 2026, saham Micron mencatat kenaikan signifikan dan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada Senin. Saham perusahaan itu ditutup di level US$ 1.051,77 per saham pada Selasa.

Meski demikian, Chief Market Strategist Freedom Capital Markets Jay Woods memperingatkan bahwa saham Micron masih berpotensi terkoreksi setelah laporan keuangan dirilis.

Menurut Woods, harga saham Micron bisa turun hingga mendekati US$ 1.000 per saham. "Itu mungkin terdengar seperti penurunan yang besar, tetapi level tersebut akan menjadi perhatian para trader karena mulai mendekati rata-rata pergerakan 20 hari," kata Woods.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...