IHSG Diramal Lanjut Turun, Analis Rekomendasi Saham DSSA, PGEO, RAJA

Nur Hana Putri Nabila
1 Juli 2026, 07:42
ihsg, bursa, saham
Katadata/Fauza Syahputra
Layar digital yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih rawan terkoreksi pada perdagangan saham hari ini setelah anjlok 3% ke level 5.643. 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pergerakan IHSG masih berada dalam tekanan jual. Menurutnya, koreksi indeks telah melampaui target yang sebelumnya diperkirakan.

Dalam skenario terbaik (best case), posisi IHSG saat ini masih berada pada fase wave (b) dari wave [iv] dalam skenario hitam. Ia menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area 5.472–5.540.

Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di kisaran 5.486–5.317, sedangkan area resistance diproyeksikan berada pada rentang 6.007–6.286.

“Cermati skenario merah dimana IHSG saat ini sedang membentuk bagian awal dari wave [v] dari wave 3,” tulis Herditya dalam risetnya, Rabu (1/7). 

 Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena daya beli saham naik.  

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

MNC Sekuritas merekomendasikan buy on weakness sejumlah saham. Misalnya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akumulasi beli di rentang Rp 600–Rp 720 dengan target harga di Rp 910–Rp 1.140, sementara level stoploss di bawah Rp 560.

Kemudian PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 3.250–Rp 3.460 dengan target harga di Rp 4.340–Rp 4.750, serta stoploss di bawah Rp 2.950.

Di samping itu Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal histogram positif MACD terus mengecil dan berpotensi membentuk death cross. Sementara itu, Stochastic RSI berada di area pivot dan masih bergerak ke bawah. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level 5.500.

Di sisi lain, berdasarkan konsensus, inflasi Indonesia pada Juni 2026 diperkirakan meningkat menjadi 0,29% secara bulanan (MoM) dan 3,2% secara tahunan (YoY) dari 0,28% MoM dan 3,08% YoY pada Mei 2026. 

Kenaikan inflasi diperkirakan sejalan dengan naiknya harga BBM Pertamax yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Sementara itu, inflasi inti diperkirakan naik menjadi 2,6% YoY dari 2,59% YoY pada Mei 2026. Adapun surplus neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 diperkirakan mencapai US$1,1 miliar.

“Meningkat dari US$0.09 miliar di April 2026, dengan pertumbuhan ekspor diperkirakan sebesar 4% YoY dan impor sebesar 18% YoY,” tulis Phintraco. 

Adapun pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun yang akan diluncurkan pada semester II 2026. Stimulus tersebut mencakup potongan tarif kereta api dan kapal laut Pelni sebesar 30% selama periode libur sekolah serta libur Natal dan Tahun Baru, serta pembebasan tarif jasa kepelabuhanan untuk transportasi penyeberangan.

Selain itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada 33,24 juta penerima manfaat selama periode Juli hingga September 2026. Pemerintah juga berencana meluncurkan program magang nasional.

“Stimulus juga diberikan melalui fasilitas bea masuk 0% atas impor LPG bagi industri petrokimia dan impor bahan baku plastik, serta tarif khusus PPh final sebesar 1.5% bagi para penulis,” tulis Phintraco. 

 Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), dan PT Remala Abadi Tbk (DATA). 

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...