Anak usaha Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk atau PGE (PGEO) sukses menempati peringkat pertama dengan raihan skor penilaian 87,01 dalam lelang proyek Cubadak Panti.
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) melakukan pergantian direksi utama lewat RUPSLB, dengan Ahmad Yani menggantikan Julfi Hadi untuk pimpin kesinambungan bisnis.
Analis merekomendasikan saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Indika Energy Tbk (INDY) di tengah proyeksi penurunan IHSG hari ini.
Empat proyek strategis PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berpotensi mendapatkan pendanaan melalui skema indicative concessional loan dari lembaga multilateral.
Julfi Hadi mengundurkan diri sebagai Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy, efektif 25 Januari 2025, dengan penggantian direksi dan komisaris diumumkan setelahnya.
PGEO mencatatkan laba bersih hingga kuartal ketiga tahun ini sebesar US$ 104,27 juta atau setara dengan Rp 1,74 triliun, anjlok 22,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Emiten pelat merah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE menunjuk Gigih Udi Atmo sebagai Komisaris Utama menggantikan Sarman Simanjorang. Keputusan ini ditetapkan dalam RUPSLB
Kinerja emiten yang bergerak di bidang panas bumi, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mulai bangkit. Sahamnya bahkan telah melesat hingga 69,52% secara year to date (ytd)
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara mendukung kerja sama antara PLN dan PGEO dalam pengembangan energi panas bumi. Seperti apa kerja sama yang terjalin?
Di semester pertama 2025, PT Pertamina Geothermal Energy mencatat penurunan laba bersih 28,37%, menjadi sekitar Rp 1,11 triliun, meski pendapatannya naik sedikit.
Masuknya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mendorong proyek strategis nasional di sektor energi dinilai bakal menguntungkan sejumlah emiten energi.