Wall Street Turun, Investor Cermati Inflasi AS hingga Kinerja Nvidia

Nur Hana Putri Nabila
27 Agustus 2026, 06:40
Wall Street
Wall Street
Wall Street
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indeks Wall Street ditutup turun pada perdagangan Rabu (26/8), setelah data terbaru indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) menunjukkan inflasi Amerika Serikat masih berada di level tinggi.

Indeks S&P 500 berakhir nyaris stagnan di level 7.675,70. Nasdaq Composite turun 0,08% ke 26.130,20 dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 113,52 poin atau 0,21% menjadi 53.463,88.

Pergerakan pasar hari itu setelah indeks harga PCE, indikator inflasi yang menjadi acuan utama Federal Reserve naik tipis dibandingkan perkiraan pada Juli. Sementara itu, PCE inti yang mengecualikan harga pangan dan energi tercatat sesuai dengan ekspektasi pasar.

Di pasar obligasi, imbal hasil atau yield Treasury AS relatif stabil pada Rabu setelah turun pada perdagangan sehari sebelumnya. Yield Treasury tenor 10 tahun sebelumnya merosot hampir 8 basis poin. 

Hal itu menjadi perhatian investor usai imbal hasil obligasi pemerintah AS sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada pekan lalu. Bahkan, yield Treasury tenor 30 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Adapun Meta Platforms menguat sekitar 1% setelah mencapai kesepakatan dengan jaksa agung sejumlah negara bagian. Hal itu soal gugatan yang menuding aplikasi media sosial perusahaan berdampak buruk terhadap pengguna berusia muda.

Investor juga menanti laporan keuangan Nvidia yang dijadwalkan dirilis setelah penutupan perdagangan Rabu. Berdasarkan konsensus FactSet, Wall Street memperkirakan Nvidia membukukan laba per saham US$ 2,09 dengan pendapatan US$ 92,28 miliar pada kuartal kedua.

Kinerja Nvidia menjadi salah satu perhatian utama pasar karena bobotnya yang besar dalam S&P 500. Produsen cip tersebut memiliki kapitalisasi pasar lebih dari US$ 5 triliun sehingga pergerakan sahamnya berpotensi turut menentukan arah indeks secara keseluruhan.

Selain laporan Nvidia, pelaku pasar juga mencermati agenda Jackson Hole untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

Kepala Investasi Amerika sekaligus Kepala Ekuitas Global UBS, Ulrike Hoffmann-Burchardi, mengatakan laporan keuangan Nvidia berpotensi memicu volatilitas pasar lebih lanjut. Investor mengharapkan kinerja labanya melampaui ekspektasi yang menunjukkan permintaan terhadap cip kecerdasan buatan atau AI tetap kuat.

Ia menyebut laporan Nvidia menjadi salah satu agenda utama yang dapat menguji keberlanjutan reli saham berbasis AI di Wall Street. 

Selain Nvidia, investor juga menyoroti pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam simposium tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (28/8).

Pasar menantikan petunjuk arah kebijakan moneter, terutama di tengah inflasi yang masih tinggi dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Namun, Warsh selama ini cenderung mengurangi forward guidance dan meminta pelaku pasar lebih memperhatikan sinyal ekonomi dan pasar.

Di samping itu CEO WEBs Investments Ben Fulton menilai sikap Warsh yang minim petunjuk justru dapat menambah pertanyaan di kalangan investor mengenai arah kebijakan The Fed. Sebaliknya, apabila Warsh memberikan pandangan lebih jelas soal kondisi ekonomi dan kebijakan moneter, pernyataan tersebut dinilai dapat meredakan sebagian ketidakpastian di pasar. 

“Saat ini pasar tidak memiliki keyakinan yang kuat, kami perlu mulai melihat kejelasan,” kata Fulton, dikutip dari I, Kamis (27/8). 




add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...