JP Morgan Prediksi IHSG Tembus 7.000 di Akhir Tahun, Ini Sentimennya

Karunia Putri
3 September 2026, 15:22
IHSG
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

JP Morgan Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menembus level 7.000 hingga akhir tahun. Proyeksi itu turun dibandingkan dengan target yang ditetapkan lembaga penyedia jasa keuangan itu pada akhir tahun lalu sebesar 10.000.

Head of Indonesia Equity Research JP Morgan, Benny Kurniawan mengatakan, pihaknya masih cukup optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan pendapatan atau top line maupun laba perusahaan masih menunjukkan kinerja yang cukup baik, meski sejumlah segmen menghadapi tekanan margin akibat kenaikan biaya input.

“Tim JP Morgan masih expect target JCI (IHSG) ke Desember itu di 7.000. Jadi kami masih expect ada kenaikan sampai akhir tahun yang didorong oleh sentimen yang lebih positif dan positioning investor, baik lokal maupun asing, yang sebenarnya sudah cukup rendah tahun ini,” ujar Benny dalam acara Media Briefing JP Morgan 2026 di Jakarta, Kamis (3/9).

Dia menuturkan, investor asing telah banyak melakukan penjualan saham Indonesia sepanjang tahun ini. Berdasarkan data bursa, sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan harian pada Rabu (2/9) kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell saham Indonesia sebesar Rp 69,09 triliun.

Di sisi lain, berdasarkan data reksa dana ekuitas di Indonesia yang dipantau JP Morgan, posisi kas atau cash level sejumlah reksa dana juga relatif tinggi. Menurut dia, kondisi tersebut dapat menjadi amunisi bagi investor untuk kembali masuk ke pasar saham RI hingga akhir tahun.

“Kita sudah down 23%, padahal earnings kita masih naik 6% tahun ini. Berarti semuanya itu kan hampir kebanyakan multiple derating atau sentimen yang kurang baik,” katanya.

Benny menilai perbaikan sentimen menjadi penting untuk mendukung pemulihan IHSG. Ia juga melihat prospek pertumbuhan laba perusahaan pada 2027 masih cukup positif.

Faktor Penyebab IHSG Tertekan secara Ytd

IHSG telah terkoreksi sekitar 23% sepanjang tahun berjalan alias year to date (ytd). Benny menjelaskan, pelemahan itu terjadi di tengah sejumlah tekanan eksternal, seperti kenaikan harga minyak, suku bunga yang masih tinggi serta imbal hasil obligasi.

Kondisi tersebut membuat pasar saham di negara-negara yang lebih maju menjadi lebih menarik bagi investor lantaran sejumlah pasar tersebut cenderung mengalami kenaikan.

Selain itu, isu terkait MSCI pada akhir Januari lalu turut memberikan tekanan terhadap pasar saham Indonesia. Benny menyebut dampaknya telah memicu arus keluar atau equity outflow sekitar US$ 4 miliar hingga US$ 5 miliar sepanjang tahun ini.

Investor juga menghadapi kekhawatiran lain terkait potensi El Nino. Menurut Benny, fenomena tersebut secara historis dapat berdampak terhadap produksi pangan di Indonesia dan negara-negara di sekitarnya.

Sejumlah komoditas yang menjadi perhatian antara lain beras, gula, dan kopi. Selain itu, gandum juga menjadi perhatian karena Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor gandum terbesar di dunia. Sementara harga komoditas pertanian itu telah mengalami kenaikan.

“Walaupun banyak backdrop yang kurang positif, tapi kalau kita lihat dari perusahaan-perusahaan yang kami cover tahun ini, di paruh pertama, first half, pertumbuhan earnings mereka itu masih 6%, masih up year on year,” ujar Benny.

Menurut dia, pertumbuhan tersebut lebih baik dibandingkan ekspektasi analis yang sebelumnya memperkirakan kinerja laba perusahaan pada 2026 akan mengalami kontraksi dalam kisaran low single digit.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...