Proyeksi Kinerja 4 Bank Jumbo BBCA, BBBRI, BMRI, BBNI di Kuartal III

Karunia Putri
15 Oktober 2026, 14:36
Ilustrasi deretan lima bank terbesar di Indonesia.
Katadata/AI
Ilustrasi deretan lima bank terbesar di Indonesia.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan ini mulai melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga mereka. Jika mengacu pada laporan bursa pada triwulan kedua tahun ini, ada 956 emiten yang wajib menyampaikan laporan keuangan interim mereka secara kuartalan.

Di antara perusahaan yang ada di bursa, laporan keuangan empat bank jumbo PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dinanti pelaku pasar. Hal itu karena performa mereka menjadi tolok ukur ekonomi makro serta menjadi penggerak terbesar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Jika mengacu pada laporan keuangan bulanan mereka sepanjang kuartal ketiga tahun ini, BBCA memimpin menjadi bank dengan laba bersih tahun berjalan terbesar hingga 31 Agustus 2026 yakni sebesar Rp 40,17 triliun. Lalu, BMRI menyusul dengan laba bersih sebesar Rp 37,48 triliun.

Sementara itu, untuk pendapatan bunga bersih hingga 31 Agustus 2026, BBRI memimpin dengan nilai mencapai Rp 77,25 triliun dan disusul BMRI sebesar Rp 54,83 triliun. Secara lengkap, kinerja keuangan bank-bank itu dapat dilihat pada tabel berikut:

EmitenJuli 2026Agustus 2026Pertumbuhan Laba dari Juli ke Agustus (%)Pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (%)
Laba Bersih (Rp)Pendapatan Bunga Bersih (Rp)Laba Bersih (Rp)Pendapatan Bunga Bersih (Rp)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)Rp 35,25 triliun Rp 46,70 triliun Rp 40,17 triliun Rp 53,82 triliun 13,96%15,25%
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)Rp 30,87 triliun Rp 68,27 triliun Rp 34,77 triliun Rp 77,25 triliun 12,63%13,15%
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)Rp 33,01 triliunRp 48,31 triliun Rp 37,48 triliun Rp 54,83 triliun 13,54%13,50%
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)Rp 12,52 triliunRp 25,32 triliunRp 14,32 triliunRp 28,87 triliun 14,38%14,02%

(Sumber: laporan keuangan bulanan BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Penyajian data diolah penulis)

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Utama, menilai prospek kinerja bank jumbo atau big banks di kuartal ketiga masih cukup konstruktif, meski pertumbuhannya diproyeksikan bervariasi. 

“Pertumbuhannya berpotensi bervariasi di tengah kondisi daya beli masyarakat, biaya dana (cost of fund), serta kebutuhan menjaga kualitas aset,” kata Nafan kepada Katadata dikutip Kamis (15/10). 

Membandingkan empat bank tersebut, Nafan menggunakan tiga indikator utama yang biasanya diperhatikan pasar. Yaitu pertumbuhan kredit, kemampuan menjaga net interest margin (NIM) serta pertumbuhan laba bersih. 

“Bank yang mampu meningkatkan penyaluran kredit dengan biaya dana yang terkendali dan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang terjaga berpeluang mencatatkan kinerja paling solid,” kata dia.

Nafan menjelaskan, secara umum, BBCA memiliki keunggulan dari sisi kualitas aset, likuiditas dan basis dana murah atau CASA. Sementara itu, BMRI berpotensi ditopang diversifikasi kredit korporasi dan komersial, sedangkan BBRI memiliki peluang pemulihan apabila penyaluran kredit mikro membaik dan biaya kredit (cost of credit) mulai terkendali. Adapun BBNI berpotensi memperoleh dukungan dari efisiensi operasional, optimalisasi portofolio kredit, serta perbaikan kualitas aset.

“Untuk proyeksi kuartal ketiga 2026, saya cenderung menempatkan BMRI sebagai kandidat pemimpin pertumbuhan laba, sementara BBCA tetap unggul dari sisi besaran laba dan kualitas fundamental,” kata Nafan. 

Untuk BBNI, bank tersebut berpeluang mencatat perbaikan apabila beban pencadangan melandai, sedangkan BBRI membutuhkan pemulihan margin bunga dan kualitas kredit mikro agar pertumbuhan labanya lebih kuat. Arah tersebut sejalan dengan data kinerja bank only hingga Agustus 2026, ketika BMRI mencatat pertumbuhan laba 22,3% secara tahunan, BBNI 6,9%, BBRI 6,6% dan BBCA 2,9%.

Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, melihat kinerja keuangan empat bank itu akan positif. Kendati demikian, dia menyebut tantangan yang membayangi bank berupa biaya dana, NIM dan kualitas kredit.

Menurut Elandry, hingga Agustus 2026, BMRI terlihat paling menonjol dengan pertumbuhan 22,41% secara tahunan menjadi Rp 37,48 triliun. BBNI tumbuh 6,89% menjadi Rp 14,32 triliun, BBRI tumbuh 6,63% menjadi Rp 32,61 triliun, sedangkan BBCA tumbuh 2,85% menjadi Rp 40,17 triliun. “Angka tersebut merupakan laba bersih bank only, bukan hasil konsolidasi,” kata Elandry.

Ke depan, BMRI berpotensi menjaga pertumbuhan melalui pendapatan operasional dan pengelolaan margin. BBNI memiliki peluang dari efisiensi, sedangkan BBRI sangat bergantung pada pemulihan kualitas kredit mikro dan penurunan biaya pencadangan. Sementara BBCA tetap didukung fundamental yang kuat, terutama dana murah atau CASA dan kualitas aset.

Dari sisi kredit, pertumbuhan tetap berpeluang positif, tetapi perlu diimbangi pengelolaan likuiditas, biaya dana, dan risiko kredit. Jadi, BMRI terlihat unggul dari sisi momentum pertumbuhan laba, sementara BBCA tetap kuat dari sisi stabilitas fundamental.

"Namun, proyeksi akhir kuartal III tetap perlu dikonfirmasi melalui laporan keuangan resmi," kata dia.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...