Danantara Bakal Tambah Kepemilikan Saham di BUMN, Respons Tumbangnya IHSG
Danantara kembali mengungkapkan rencana untuk menambah kepemilikan saham di BUMN. Rencana itu utamanya ditujukan untuk perusahaan yang memiliki fundamental bagus.
“Nanti akan menambah kepemilikan (saham), akan kami cek utamanya yang saham-saham bagus fundamentalnya,” kata Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10).
Tak hanya penambahan saham, Dony juga turut menanggapi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat di bawah level 5000. Menurut dia, kondisi tersebut bagian dari dinamika.
“Itu biasa dinamika nanti pelan-pelan (naik), yang paling penting sebetulnya fundamental kita bagus, Danantara juga nanti akan menambah kepemilikan,” ujarnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa proses demutualisasi bursa saat ini prosesnya berjalan dengan baik. Dony mengatakan hal tersebut merupakan bagian dari transformasi bursa.
IHSG ditutup rontok 3,64% atau 188,50 poin ke level 4.996 pada penutupan perdagangan Senin (19/10). Sementara di sesi pertama kemarin, indeks sempat turun 5,05% ke level 4.923.
Merujuk data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume transaksi perdagangan sepanjang kemarin mencapai 33,84 miliar saham dan frekuensi sebanyak 1,61 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 8.863 triliun dengan total nilai transaksi sebesar Rp 25,02 triliun.
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) rontok 6,86% ke level 4.820, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) anjlok 3,79% ke level 2.540, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) merosot 0,88% ke level 3.360 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 0,34% ke level 2.960.
Sementara itu, indeks-indeks di kawasan Asia ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin. Indeks bursa Nikkei Jepang turun 0,46% ke level 65.026, Shanghai Composite naik 0,39% ke level 3.730 sementara Hang Seng naik 0,52% ke level 24.186 dan Kospi Korea tumbuh 1,76% ke level 5.768.
