Asing Terus Net Sell, Investor Domestik Belum Sepenuhnya Mampu Topang Pasar?

Image title
3 November 2026, 13:11
investor
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pekerja melintas di layar elektronik yang menunjukkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, (8/8).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Derasnya aksi jual investor asing masih membayangi pasar saham Indonesia. Tercatat arus keluar investor asing mencapai Rp 4,2 triliun dalam sepekan terakhir, dengan akumulasi net sell sepanjang tahun berjalan hampir Rp 127 triliun di pasar reguler saja.

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas, Elandry Pratama mengatakan, tekanan jual investor asing dapat dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Mulai dari perubahan selera risiko atau risk appetite, ketidakpastian ekonomi global, hingga persepsi investor terhadap transparansi dan tata kelola pasar.

“Menurut saya, derasnya net sell asing tidak serta-merta mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia yang memburuk. Ada faktor global. Namun, kondisi ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperbaiki kualitas dan kredibilitas pasar modal,” ujar Elandry kepada Katadata, Selasa (3/11).

Sebagai informasi, momentum aksi jual investor asing ini beriringan dengan pengumuman MSCI pada Jumat (16/10) lalu. Dalam pengumuman tersebut, lembaga pengindeks global itu menyatakan tengah mempertimbangkan kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Wacana tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi dan struktur kepemilikan saham.

Arus keluar dana itu memunculkan pertanyaan mengenai kemampuan investor domestik menopang pasar modal sekaligus wacana untuk membuat bursa Indonesia mandiri tanpa bergantung pada investor asing.

Menurut Elandry, Indonesia perlu memperbesar partisipasi investor institusi domestik, seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, dan manajer investasi. Penguatan kelompok investor tersebut dinilai penting agar pasar memiliki sumber pendanaan dengan kapasitas investasi jangka panjang yang lebih kuat.

“Investor domestik sebenarnya punya potensi besar untuk menopang pasar, tetapi belum sepenuhnya bisa menggantikan peran investor asing,” katanya.

Di tengah derasnya arus keluar modal asing, pemerintah juga mewacanakan pembentukan lembaga pemeringkat atau rating pasar modal sendiri. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi upaya memperkuat kemandirian pasar modal Indonesia.

Kendati demikian, Elandry menilai Indonesia tidak mudah menggantikan peran indeks global seperti MSCI yang selama ini menjadi salah satu acuan penting bagi pengelola dana atau fund managerinternasional. “Indeks global seperti MSCI tetap menjadi acuan penting bagi fund manager internasional, sehingga tidak mudah untuk menggantikan perannya,” katanya.

Menurut Elandry, pembentukan sistem pemeringkatan sendiri perlu berjalan beriringan dengan pembenahan kualitas pasar modal. Fokus kebijakan tidak semata-mata menahan investor asing agar tidak keluar, tetapi juga membangun pasar yang lebih transparan, kredibel, dan memiliki likuiditas yang baik.

Dengan perbaikan tersebut, kepercayaan investor diharapkan dapat pulih sehingga membuka peluang masuknya kembali modal asing ke pasar saham Indonesia.

“Jadi, fokusnya bukan sekadar menahan asing agar tidak keluar, tetapi membangun pasar modal yang lebih transparan, kredibel, dan memiliki likuiditas yang baik. Jika kepercayaan pasar pulih, peluang masuknya kembali foreign capital juga akan semakin terbuka,” ujar Elandry.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...