IHSG Masih Dibayangi Risiko Koreksi, Analis Rekomendasikan BBTN hingga JPFA
Risiko pelemahan masih membayangi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (6/11), meskipun indeks berpeluang melanjutkan penguatan teknikal. Sejumlah saham yang masuk rekomendasi analis antara lain PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menilai IHSG berpeluang melanjutkan technical rebound setelah kembali menembus level psikologis 5.000. Jika momentum penguatan berlanjut, indeks berpotensi menguji area resistensi di kisaran 5.072-5.127. Apabila mampu menembus level 5.127 (breakout) dengan dukungan peningkatan volume transaksi, IHSG berpeluang menguat lebih lanjut menuju 5.305.
Namun data perdagangan sebelumnya menunjukkan, volume transaksi belum memadai. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp 9,85 triliun, masih di bawah rata-rata 20 hari sebesar Rp 15,49 triliun. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD), yang digunakan untuk membaca arah dan momentum pergerakan harga saham, juga masih berada di area negatif.
Kondisi ini menunjukkan momentum penguatan IHSG belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren. “Support terdekat berada di 4.960; jika gagal dipertahankan, risiko gap filling menuju 4.829 perlu diwaspadai,” tulis tim riset BRI Danareksa Sekuritas, dikutip Jumat (6/11).
Dalam analisis teknikal, support merupakan area harga yang berpotensi menahan penurunan karena munculnya minat beli. Sebaliknya, resistance adalah area yang berpotensi menahan kenaikan harga karena meningkatnya tekanan jual. Kedua level tersebut bukan batas harga yang pasti, melainkan acuan untuk membaca potensi pergerakan pasar.
Selain faktor teknikal, pergerakan IHSG hari ini juga akan dipengaruhi sejumlah rilis data ekonomi. Dari dalam negeri, investor akan mencermati posisi cadangan devisa Indonesia pada Oktober serta indeks harga properti kuartal III.
Dari luar negeri, perhatian tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Non-Farm Payrolls (NFP) periode Oktober. Konsensus memperkirakan penambahan 65 ribu tenaga kerja, sedangkan tingkat pengangguran diproyeksikan stabil di 4,2 persen.
Data ketenagakerjaan AS dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Perubahan ekspektasi tersebut selanjutnya dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan aliran modal ke negara berkembang.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).
Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperingatkan potensi pelemahan IHSG. Menurut dia, penurunan di bawah 4.876 dapat membuka jalan bagi indeks untuk melanjutkan tren turun menuju target Fibonacci di 4.737.
Sebaliknya, selama mampu bertahan di atas 4.876, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji fraktal harian di 5.143.
Ivan memproyeksikan area support IHSG berada di 4.737, 4.652, dan 4.563. Sementara itu, area resistensinya berada di 5.051, 5.191, dan 5.418.
Adapun saham yang direkomendasikan Nafan adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
