Millenial Smartfarming, Upaya BNI Kawal Pertanian Masa Depan

Tim Publikasi Katadata
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
10 Maret 2021, 17:56
program Millennial Smartfarming
Katadata

Kini dunia pertanian tengah menghadapi tantangan produktivitas lahan pertanian yang makin terbatas serta regenerasi kaum petani. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) pun hadir dengan program Millennial Smartfarming yang melibatkan generasi milenial dalam mengembangkan ekosistem digital pertanian.

Millennial Smartfarming bertujuan untuk menciptakan petani-petani muda yang memiliki kapabilitas dalam mengelola aktivitas proses bisnis pertanian dengan memanfaatkan teknologi. Dengan cara tersebut digitalisasi pertanian dapat benar-benar dirasakan manfaatnya di sektor pertanian. Program smartfarming sebenarnya sudah dilakukan sejak 2019, tapi kali ini BNI melibatkan para milenial untuk menjajaki langsung teknologi tersebut.

 Sebagai tahap awal, program Millennial Smartfarming dilaksanakan pada Rabu, 10 Maret 2021 di Desa Narawita, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto, Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar, Direktur Digital Bisnis PT Telkom Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Transformasi Bisnis PIHC Panji Winanteya Ruky, dan CEO PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa Anto Yulianto Budi Santosa.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai kolaborasi pada waktu pandemi sangat krusial. Dia pun mengapresiasi peran BNI dalam mengawal dan berkontribusi pada sektor pertanian Tanah Air. “Terima kasih kepada BNI, kita (pemerintah dan dunia usaha) memang harus mengoptimalkan seluruhnya untuk masyarakat,” kata dia seraya meminta BNI lebih bersemangat lagi untuk membantu. “Karena siapa lagi yang mau bantu bangsa dan negaranya kalau bukan kita semua, kebersamaan sangatlah penting di masa sekarang.”

Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menjelaskan, BNI mengajak para milenial yang siap dan memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi usahawan pertanian. Mereka akan berperan sebagai key player dari aktivitas bisnis pertanian dimulai dari pendataan dan akuisisi petani menggunakan aplikasi teknologi. Selain itu, berperan juga dalam penerapan teknologi digital selama budidaya, penggunaan sistem informasi digital pada manajemen usaha pertanian, hingga pembukaan akses pasar.

Millenial Smartfarming, kata dia, mengedepankan peranan milenial dalam pemanfaatan teknologi digital IoT (Internet of Thing) dan AI (Artificial Intelegent) di sektor pertanian dengan metode pendampingan dari BNI dan mitra pihak ketiga. “Harapannya hasil budidaya pertanian semakin meningkat dengan biaya yang semakin efisien,” ujar Sis Apik.

BNI juga bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti Telkom dan kerja sama aplikasi pertanian dengan Pupuk Indonesia. Kerja sama juga dengan beberapa tempat di Jember. Targetnya adalah menggerakan petani-petani muda milenial agar dengan teknologi terbaru mampu mengatasi berbagai kendala. Bukan hanya kendala teknologi saja, tapi juga cara-cara pertanian yang bisa dikembangkan seperti membaca cuaca atau kebutuhan pupuknya. “Hal itu bisa dideteksi. Kami akan kembangkan terus dalam rangka mendukung ekonomi pertanian Indonesia,” kata Sis Apik.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Benny Bachtiar menyambut baik program Milenial Smartfarming dan berharap petani milenial agar semakin maju lagi ke depan.

Pemerintah daerah Jabar juga sedang menginisiasi pengembangan pertanian milenial. “Kami berharap banyak dari Kementerian Pertanian mendukung petani milenial untuk petani Jabar ini,” ujar Benny.

Andi, salah satu petani jagung milenial mengatakan program Milenial Smartfarming ini membantunya dalam proses budidaya.”Berdasarkan pengalaman kami  program ini bisa memantau lahan di mana pun dan kapan pun,” kata dia.”Dengan alat sensor, kami bisa mengendalikan lahan jagung, penyiapan lahan, pemupukan lewat aplikasi yang kami instal di ponsel,” ujar  Andi melanjutkan.

Secara terpisah, General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI, Bambang Setyatmojo menambahkan Program millenial smartfarming diharapkan dapat memberi stimulasi positif kepada para pelaku usaha pertanian. Tidak hanya terbatas pada aspek budidaya pertanian juga mampu mengintegrasikan secara modern potensi lain dalam perikanan/peternakan, sehingga di ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Dengan demikian diharapkan juga dapat meningkatkan penyaluran KUR BNI”, ungkapnya.

BNI terus mendukung kesejahteraan petani melalui realisasi penyaluran KUR di sektor pertanian yang telah disalurkan selama tahun 2020 sebesar Rp5,7 triliun serta menyentuh 167.840 petani di seluruh Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...