Kemenkeu Sebut Penerimaan Bea Masuk Turun Lantaran Impor Beras Dihentikan

Rahayu Subekti
7 Mei 2025, 21:22
Dirjen Bea Cukai Askolani
Katadata
Dirjen Bea Cukai Askolani
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Askolani mengungkapkan penurunan penerimaan bea masuk pada kuartal I turun. Ia mengatakan, penerimaan bea masuk pada kuartal I 2025 mencapai Rp 11,3 triliun. 

“Tetapi angka ini kalau kita lihat kontraksi 5,9% dibandingkan kuartal I 2024,” kata Askolani dalam RDP dengan Komisi XI DPR, Rabu (7/5). 

Ia menjelaskan, sumber yang menyebabkan pertumbuhan penerimaan bea masuk negative yakni tidak adanya lagi kuota impor beras. Penurunan penerimaan terutama berkaitan dengan kuota impor beras kepada Bulog. 

“Pada 2024 kita masih impor beras yang dilakukan oleh Bulog tapi di 2025 ini kuota itu tidak diberikan lagi sehingga dari sisi kepabeanan tidak ada bea masuk dari kegiatan, tidak melakukan importasi baru di 2025,” ujar Askolani.

Selain itu, Askolani menyebut faktor lainnya tidak adanya penerimaan dari bea masuk kendaraan bermotor, khususnya kendaraan listrik. Hal ini dikarenakan kebijakan insentif berupa pembebasan bea masuk bagi kendaraan listrik yang diterapkan untuk mendorong transisi menuju energi ramah lingkungan.

Meskipun terjadi peningkatan impor kendaraan listrik, pembebasan bea masuk ini berkontribusi terhadap total penerimaan negara jika dibandingkan 2024. “Tarif bea masuknya menjadi 0%, walaupun volumenya tinggi,” kata Askolani.

Ia menambahkan, tren penerimaan bea masuk dalam beberapa tahun terakhir disebabkan oleh tiga faktor utama. Faktor pertama yaitu volume impor nasional, kebijakan tarif dalam perjanjian perdagangan bebas, dan kondisi ekonomi global.

Berdasarkan data Bea dan Cukai, realisasi penerimaan bea masuk pada 2021 mencapai Rp 39,1 triliun. Lalu pada 2022 mencapai Rp 51,1 triliun, pada 2023 senilai Rp 50,8 triliun, dan pada 2024 tembus Rp 53 triliun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...