Harga Saham BBCA Jeblok Dilepas Asing, Ini Kinerjanya dan Proyeksi Analis

Nur Hana Putri Nabila
2 Oktober 2025, 08:51
IHSG, BBCA, saham, BBCA
Katadata / nur hana nabila
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,64% ke level Rp 7.500 pada perdagangan kemarin, Senin (1/10). Investor asing terpantau menjual saham BBCA pada Rabu (1/10) hingga mencapai Rp 731,15 miliar. 

Investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih mencapai Rp 1,47 triliun pada pekan ini atau telah mencapai Rp 29,9 triliun. Harga saham BBCA merosot hingga 22,48% sepanjang tahun ini. 

Kinerja Keuangan dan Prospek Saham BBCA

Adapun jika menilik performa kinerja keuangannya hingga semester pertama 2025, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraup laba bersih mencapai Rp 29 triliun pada semester pertama 2025, naik 8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 26,9 triliun. Kinerja laba BCA ditopang oleh penyaluran kredit  yang tumbuh 12,9% menjadi Rp 959 triliun per Juni 2025. 

Pertumbuhan kredit BCA, terutama ditopang oleh segmen korporasi yang tumbuh 16,1% mencapai Rp 451,8 triliun per Juni 2025. Kredit komersial naik 12,6% menjadi Rp 143,6 triliun dan kredit UKM meningkat 11,1%  sercara tahunan hingga Rp127 triliun. 

Sementara itu, kredit konsumer tumbuh lebih lambat dibandingkan segmen lainnya, sebesar 7,6% menjadi Rp 226,4 triliun. Kredit Pemilikan Rumah atau KPR yang mendominasi kredit konsumer masih tumbuh 8,4% menjadi Rp 137,6 triliun, sedangkan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 5,2% Rp 65,4 triliun. 

Selain itu, outstanding pinjaman segmen konsumer lainnya (sebagian besar kartu kredit) juga tumbuh 9,4% mencapai Rp23,4 triliun. Adapun kualitas pinjaman BCA terjaga solid, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) 5,7% pada semester I 2025, membaik dari 6,4% pada tahun sebelumnya. 

Rasio nonperforming loan (NPL) berada di level 2,2%. Pencadangan NPL dan LAR  juga memadai, masing-masing 167,2% dan 68,7%. BCA juga mencatat penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan naik 21,1% menyentuh Rp 239,7 triliun per Juni 2025, setara 24,9% dari total portofolio pembiayaan. 

BBCA juga rajin membagikan dividen jumbo setiap tahun kepada pemegang sahamnya. BBCA sebelumnya membagikan dividen tunai Rp 300 per saham yang setara Rp 37 triliun untuk tahun buku 2024. 

Rasio dividen yang dibagikan oleh BBCA yaitu 67,4% dari laba sepanjang 2024 yang senilai Rp 54,8 triliun. Dalam RUPST, dividen tunai dibagikan senilai Rp 250 per saham. Sebelumnya, BBCA telah membagikan dividen interim untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 50 per saham pada Desember 2024 atau Rp 6,16 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta masih melihat peluang kenaikan harga saham BBCA. Ia mengatakan target harga pertama saham BBCA berada di level Rp 8.100, lalu kedua di Rp 8.250, dan target harga ketiga di Rp 11.550. Sementara itu,  support berada di Rp 7.825 dan Rp 7.550.

"Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk accumulavite buy BBCA di level area Rp 7.825–8.025," ujar Nafan.

Catatan Redaksi: Judul ini mengalami perubahan dari sebelumnya "Saham Dilepas Asing, Harga BBCA Rp 7.500 Terendah dalam 3 Tahun Terakhir" karena kesalahan redaksi. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...