Dolar AS Nyaris Tembus Rp 17.000, Ini Ramalan Purbaya soal Rupiah

Ade Rosman
20 Januari 2026, 06:55
purbaya, rupiah, dolar as, investor asing
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Kementerian Keuangan realisasi anggaran dan belanja negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp695 triliun atau 2,92 persen dari PDB nasional hingga 31 Desember 2025.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan segera berbalik menguat. Kurs rupiah hampir menyentuh Rp 17.000 per dolar AS pada perdagangan kemarin (19/1). 

“IHSG All Time High, kan? Kalau indeks naik, pasti ada aliran asing masuk ke situ juga. Enggak mungkin masuk sendiri yang bisa mendorong ke level seperti itu. Jadi, ini tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat, karena suplai dolar akan bertambah,” ujar Purbaya di Gedung DPR, Senin (19/1). 

Purbaya menegaskan, pergerakan rupiah akan bergandung pada fundamental ekonomi suatu negara. Dalam konteks Indonesia, kinerja ekonomi diyakini bergerak resilien, salah satunya terlihat pada bursa saham.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin sore ditutup mencetak level tertinggi baru atau All Time High (ATH) ke posisi 9.133,87. Meski demikian, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih atau net sell mencapai Rp 703 miliar pada perdagangan kemarin. 

Di sisi lain, Purbaya menampik dugaan pelemahan rupiah akibat wacana penunjukan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Ia menyebut dugaan tersebut kemungkinan lahir akibat kekhawatiran bahwa bank sentral akan kehilangan independensi bila salah satu jabatan diisi oleh mantan pejabat pemerintahan.

Purbaya menegaskan, masuknya wakil menteri keuangan ke BI tak akan mempengaruhi independensi otoritas moneter.

“Orang berspekulasi ketika Thomas ke sana, independensi BI hilang. Saya pikir enggak akan begitu,” tambahnya. 

Bendahara negara menyatakan akan terus menjaga fondasi ekonomi, termasuk mengakselerasi pertumbuhan, agar nilai tukar rupiah segera berbalik menguat.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, bergerak melemah 68 poin atau 0,40 persen menjadi 16.955 per dolar AS.

Pengamat pasar mata uang dan aset digital Ibrahim Assuaibi menganggap pelemahan ini dipengaruhi ancaman tarif dari Presiden AS Donald Trump sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana Washington mengakuisisi Greenland.

Pelemahan rupiah turut dipengaruhi keraguan para investor apakah Federal Reserve akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga tahun ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...