Rupiah Loyo ke 16.782 per Dolar AS, Terbebani Pengumuman MSCI dan Goldman Sach

Agustiyanti
30 Januari 2026, 10:30
rupiah, rupiah melemah, dolar as
Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 0,18% ke level 16.782 per dolar AS pada perdagangan pagi ini. Rupiah masih terbebani sentimen negatif dari pengumuman Morgan Stanley Capital Index (MSCI) hingga pemangkasan peringkat saham Indonesia oleh Goldman Sach dan UBS.

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibukan memelah 54 poin di level 16.804 per dolar AS. Namun, kurs rupiah menguat dari posisi pembukaan ke level 16.782 per dolar AS hingga pukul 10.15 WIB. 

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak melemah hari ini lantaran masih terbebani dampak dari pengumuman MSCI. Selain itu, dolar AS juga terpantau menguat hari ini seiring harapan kesepakatan terkait upaha untuk menghindari lockdown atau penutupan pemerintahan secara partial. 

"Kurs rupiah hari ini akan bergerak melemah, dan bergerak di rentang 16.700-16.850 per dolar AS," ujar Lukman kepada Katadata.co.id, Jumat (30/1).

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi juga memperkirakan rupiah bergerak melemah hari ini pada kisaran 16.750 hinga 16.780 per dolar AS. Ia juga menilai, pengumuman MSCI yang menyebababkan Goldman Sach menurunkan peringkat saham Indonesia membebani rupiah, 

Analis Goldman Sachs Group Inc menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi underweight, memperingatkan bahwa kekhawatiran MSCI Inc terkait kelayakan investasi dapat memicu arus keluar lebihdari US$13 miliar jika peringkat pasar diturunkan menjadi status frontier.

Bank Wall Street ini memperkirakan bahwa, dalam skenario ekstrem di mana Indonesia diklasifikasikan ulang dari pasar negara berkembang, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI dapat menjual hingga US$7,8 miliar. Arus keluar lebih lanjut sebesar US$5,6 miliar juga dapat dipicu jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi dan status free-float-nya.

Dalam catatan terpisah, analis menekankan bahwa mengingat manajer dana aktif regional memilikiposisi overweight di pasar, beban dari kemungkinan penurunan status, ditambah dengan meningkatnyatekanan pasar dan potensi penurunan likuiditas, kemungkinan akan mendorong investor long-only menyesuaikan kembali portofolio mereka. Hal ini juga dapat memicu aliran spekulatif dari hedge fund.

Kondisi tersebut membuat pasar saham bergejolak dan mendorong arus modal asing keluar dari Indonesia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...