BI Guyurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial Rp 446,5 Triliun ke Perbankan

Image title
19 Agustus 2026, 17:11
BI, likuiditas, perbankan, insentif
Katadata/Fauza Syahputra
Bank Indonesia (BI) telah menggelontorkan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) sebesar Rp 446,5 triliun kepada perbankan hingga minggu pertama Agustus 2026.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Bank Indonesia (BI) telah menggelontorkan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) sebesar Rp 446,5 triliun kepada perbankan hingga minggu pertama Agustus 2026. Insentif tersebut menjadi salah satu instrumen BI untuk mendorong perbankan meningkatkan penyaluran kredit dan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, kebijakan makroprudensial yang longgar melalui optimalisasi KLM terus ditempuh untuk memperkuat penyaluran kredit perbankan.

“Hingga minggu pertama Agustus 2026, insentif KLM yang diperoleh bank tercatat sebesar Rp 446,5 triliun,” kata Destry dalam konferensi pers, Rabu (19/8).

Dari total insentif tersebut, alokasi terbesar berada pada financing channel sebesar Rp 368,4 triliun. Selanjutnya, interest rate channel mencapai Rp 73,2 triliun dan financing to funding channel sebesar Rp 4,9 triliun.

Kebijakan tersebut berjalan seiring dengan peningkatan pertumbuhan kredit perbankan. Pada Juli 2026, kredit perbankan tumbuh 13,58% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Juni 2026 yang sebesar 12,67% yoy.

Permodalan Perbankan Kuat

Di sisi lain, BI menyatakan kondisi perbankan nasional masih terjaga kuat. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan pada Juni 2026 tercatat tinggi sebesar 23,70%.

Kualitas kredit juga masih berada dalam kondisi terkendali. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) secara agregat tercatat sebesar 2,09% secara bruto dan 0,82% secara neto pada Juni 2026.

Sementara itu, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada Juli 2026 tercatat stabil di level 23,10%. Kondisi likuiditas tersebut turut menopang kemampuan perbankan dalam menjaga momentum pertumbuhan kredit.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...