Nilai Investasi Rp 780 T, Kopdes Merah Putih Bakal Gandeng PNM - Pos Indonesia
COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria mengungkapkan nilai investasi Koperasi Desa Merah Putih menyentuh angka Rp 780 triliun, untuk membangun sekitar 80 ribu unit di seluruh Indonesia.
Dony menuturkan, salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini akan menggandeng BUMN dalam pelaksanaannya. Ia menyebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pos Indonesia (Persero) akan dimanfaatkan dalam pelaksanaan program ini.
Ia menggambarkan, nantinya PNM akan membuka kantor di Kopdes Merah Putih dan menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat desa dengan bunga yang lebih rendah. Hal itu, kata Dony, sebagai langkah pemerintah memutus rantai rentenir di desa.
“Kami ingin memutus mata rantai rentenir di desa. PMN nanti akan membuka kantor di Koperasi Desa. Dalam rangka apa? Menyalurkan kredit. Untuk menghindari adanya, sekarang kan banyak yang kena rentenir dan sebagainya. Nanti dengan bunga ada 8%. Jadi dia akan menjadi collecting agent dan juga distribution agent-nya,” kata Dony kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).
Sementara PT Pos akan digandeng untuk proses pengiriman barang. Ia menuturkan, dilibatkannya PT Pos sebagai penyalur barang relevan dengan kemajuan jaman yang disebutnya memasuki era serba online.
“Sekarang kan eranya itu era online, yang berbisnis di desa. Lalu bagaimana kalau ada order pick up-nya? PT. Pos Indonesia akan bekerja sama dengan seluruh Koperasi Desa. Menjadi channel untuk logistik, agennya logistik PT. Pos,” katanya.
Selain itu, Dony juga menuturkan, di setiap gerai Koperasi Desa Merah Putih nantinya akan menjadi agen BRILink. Di sana, masyarakat dapat melakukan penarikan dan penyetoran uang.
“Jadi teman-teman bisa melihat tuh, manfaatnya jauh luar biasa. Dengan adanya Koperasi Desa itu kita memiliki tadi, kontrol terhadap distribusi daripada bahan-bahan yang kita ingin berikan kepada seluruh rakyat kita,” kata dia.
Di sisi lain, Dony mengklaim Kopdes Merah Putih dapat menekan subsidi dan bantuan sosial yang selama ini tidak tepat sasaran hingga Rp 150 triliun per tahun.
“Teman-teman bisa bayangkan nanti paling tidak kita bisa menghemat subsidi kita yang tidak tepat sasaran sekitar 150 triliun setahun. Jadi mesti dilihat dampaknya,” katanya.
Pasalnya, pemerintah akan menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai pusat penyaluran barang subsidi. Dengan penyaluran melalui Kopdes Merah Putih ini, kata Dony, pemerintah menargetkan dapat menekan kebocoran subsidi. Selain itu, Dony menuturkan, Kopdes Merah putih juga dapat menjadi saluran menekan inflasi.
“Untuk channel kita menekan inflasi. Kalau terjadi inflasi, orang main-mainin harga, kita punya distribution di seluruh desa. Misalkan harga beras naik, misalkan contohnya. Kita tinggal distribusikan khusus di seluruh Kopdes harga sekian. Inflasi bisa kita tekan, terutama bahan pokoknya,” kata Dony.
