Ini Strategi Pemerintah Bikin Bunga KPR Subsidi Tetap Murah buat MBR
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkap strategi pemerintah menjaga bunga kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Suahasil menyebut salah satu salah satu strategi yang digunakan yaitu melibatkan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. Entitas itu adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan yang bertugas menyediakan dana jangka menengah dan panjang untuk pembiayaan perumahan.
Suahasil mengatakan, SMF dapat menggunakan skema pembiayaan kreatif atau creative financing untuk menyediakan sumber pembiayaan perumahan dengan biaya yang lebih rendah.
Bendahara negara itu menilai, dengan biaya pendanaan yang lebih efisien, pembiayaan KPR subsidi dapat disalurkan dengan tingkat bunga yang lebih terjangkau.
“Kalau pemerintah itu punya SMF, Sarana Multigriya Finansial, untuk membangun rumah-rumah yang bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah dengan creative financing, sehingga bunganya bisa lebih rendah," kata Suahasil dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis (24/9) sore.
Ia menuturkan, SMF berperan di sisi pendanaan. Lembaga tersebut membantu menyediakan sumber dana bagi pembiayaan perumahan sehingga bank penyalur KPR tidak sepenuhnya mengandalkan sumber dana perbankan untuk membiayai kredit rumah.
Skema tersebut memungkinkan pembiayaan perumahan dilakukan dengan struktur pendanaan yang lebih efisien yang dinilai dapat mendukung pemberian KPR dengan bunga yang lebih rendah, khususnya untuk segmen rumah subsidi.
Di sisi lain, Suahasil menuturkan, upaya pemerintah untuk menjaga bunga KPR rumah subsidi tidak hanya menjadi tanggung jawab perbankan. Pemerintah melalui SMF dan Bank Indonesia juga memiliki peran dalam menciptakan ekosistem pembiayaan perumahan.
Ia menjelaskan, pemerintah dapat menggunakan SMF sebagai instrumen untuk memperkuat sumber pembiayaan perumahan. Kemudian perbankan tetap menjadi salah satu penyalur kredit kepada masyarakat, dan kebijakan Bank Indonesia turut memengaruhi kondisi likuiditas dan biaya dana di sektor keuangan.
"Jadi kerja sama pemerintah, SMF, perbankan, dan BI itu adalah sinergi," kata Suahasil.
