Oscar Living Tawarkan Harga IPO Rp 100 per Saham, Incar Dana Rp 40 M
PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk akan memasuki masa penawaran umum pada 9 Mei hingga 12 Mei mendatang. Perusahaan furnitur ini menetapkan harga final penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 100 per saham.
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, perseroan akan menawarkan sebanyak 400 juta saham atau 21,10% dari total modal perusahaan dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Dengan demikian, perusahaan berpotensi meraih dana segar sebesar Rp 40 miliar.
Oscar Living menargetkan akan tercatat di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode OLIV pada 17 Mei 2022. Adapun, penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Danatama Makmur Sekuritas.
Bersamaan dengan IPO ini, perseroan juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 400 juta. Jumlah tersebut mewakili sekitar 26,67% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan. Setiap pemegang satu saham berhak memperoleh satu waran. Adapun, satu waran memberikan hak kepada pemegang untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel.
Waran Seri I mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama enam bulan sejak diterbitkan. Jangka waktunya mulai 24 Oktober 2022 hingga 28 April 2023.
Perseroan akan menggunakan 11,78% dari dana hasil IPO untuk belanja modal terkait renovasi gudang dan memperkuat jaringan perdagangan produk-produk furnitur, dengan menambah armada own-fleet berupa truk. Kemudian, sekitar 88,22% akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan, gaji karyawan, serta kegiatan pemasaran.
"Penggunaan dana penawaran umum ini juga meliputi penyewaan gudang-gudang baru," demikian tertulis dalam prospektus, dikutip Kamis (28/4).
Sedangkan, dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja dalam bentuk pembelian persediaan, gaji karyawan, serta kegiatan pemasaran.
Oscar Living memulai bisnis sebagai sebuah perusahaan keluarga yang bergerak di bidang penjualan produk furniture dan dijalankan secara konvensional pada 1984. Kemudian, tumbuh menjadi sebuah perusahaan berbadan hukum dengan nama PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera yang mulai beroperasi di tahun 2015 dan terus berkembang, serta memperluas usahanya dengan membuka pusat-pusat logistik baru di berbagai wilayah.
Sejak 2009, Oscar Living telah mengembangkan penjualan berbasis online. Hingga saat ini, perseroan telah melayani tidak kurang dari 1,5 juta pelanggan di seluruh Indonesia. Oscar Living juga memulai pengembangan bisnis melalui kerjasama dengan berbagai marketplace.
Berdasarkan laporan keuangan, hingga Oktober 2021, perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp39,38 miliar atau naik 64,88% dari sebelumnya Rp 23,88 miliar. Sementara itu, perseroan juga mencatat pertumbuhan laba usaha dalam sepuluh bulan terakhir tahun lalu, yakni sebesar Rp 1,02 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 365 juta.
Pertumbuhan tersebut utamanya didorong oleh adanya kenaikan omzet penjualan dari kampanye bulanan perseroan di beberapa marketplace dan efisiensi beban usaha, sehingga menghasilkan peningkatan pada laba usaha perseroan.
Sementara itu, jumlah aset perseroan per 31 Oktober 2021 sebesar Rp 29,06 miliar atau tumbuh 92,49% dibandingkan dengan jumlah aset pada akhir 2020 sebesar Rp 15,10 miliar.
Di samping itu, jumlah liabilitas perseroan per 31 Oktober 2021 sebesar Rp 12,28 miliar atau tumbuh 49,84% dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada akhir 2020 sebesar Rp 8,20 miliar. Jumlah ekuitas perseroan juga naik sebesar 143,18% menjadi Rp 16,78 miliar, dibandingkan dengan akhir 2020 sebesar Rp 6,90 miliar.

