Masuk Pantauan Khusus, Citra Putra Realty Rights Issue 1 Miliar Saham

Patricia Yashinta Desy Abigail
5 April 2023, 17:49
Masuk Pantauan Khusus, Citra Putra Realty Rights Issue 1 Miliar Saham
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.
Ilustrasi. Citra Putra Realty (CLAY) berencana melakukan rights issue 1 miliar saham.

PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue 1 miliar saham dengan nominal Rp 100 per saham. 

Sekretaris Perusahaan CLAY Beni Hendrawan mengatakan, perseroan sampai saat ini masih dalam tahap menimbang dan mengestimasi rasio HMETD sehingga belum dapat menentukan harga pelaksanaan rights issue.

"Perseroan sedang tahap menimbang dan mengestimasi efek dilusi yang akan terjadi atas pelaksanaan PMHMETD sehingga belum dapat ditentukan," kata bENI dalam keterangan resminya, Rabu (5/4).

Dari aksi rights issue perkiraan dana yang akan dihasilkan oleh Citra Putra Realty yaitu Rp 200 miliar. Rencana penggunaan dana atas hasil HMTHD untuk berinvestasi secara langsung atau tidak langsung ke sektor usaha tertentu yang dinilai menguntungkan bagi perseroan.

Sehingga memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta memperkuat modal kerja perseroan. Beni mengatakan akan memberikan secara rinci penggunaan dana setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 6 April 2023, di mana salah satu agendanya yaitu meminta persetujuan rights issue.

"Selain itu pemegang saham pengendali berkomitmen melaksanakan haknya dalam PMHMETD untuk mempertahankan persentase kepemilikan sahamnya," katanya.

Di samping itu, perusahaan juga belum dapat memastikan mengenai penerbitan warran dalam agenda rights issue. Beni juga mengatakan pelaksanaan HMETD terhadap kinerja operasional dan keuangan akan lebih positif dan untuk proforma sedang dipersiapkan.

Untuk diketahui, CLAY masuk kriteria efek dalam pemantauan khusus Bursa lantaran perusahaan memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir. Sampai dengan Desember 2022, perusahaan membukukan kerugian bersih senilai Rp 40,93 miliar dengan kerugian operasional Rp 15,76 miliar. 

Tercatat, perusahaan memiliki ekuitas minus Rp 1,95 miliar dengan liabilitas Rp 599,12 miliar. Adapun, total asetnya mencapai Rp 598,12 miliar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...