Bank DBS Bidik Pembiayaan Berkelanjutan Rp 5,5 Triliun di 2023

 Zahwa Madjid
28 Agustus 2023, 17:22
Bank DBS Bidik Pembiayaan Berkelanjutan Rp 5,5 Triliun di 2023
Dok DBS

PT Bank DBS Indonesia menargetkan pembiayaan berkelanjutan hingga Rp 5,5 triliun pada akhir tahun ini. Dalam rangka mempercepat pembiayaan transisi menuju dekarbonisasi, sampai dengan Juli 2023 pencatatan pembiayaan berkelanjutan sudah mencapai hingga Rp 4 triliun.

Pembiayaan keberlanjutan termasuk transition loan naik 253% secara tahunan. Secara rinci, Bank DBS membukukan US$ 16 juta untuk pembiayaan fasilitas perdagangan hijau, US$ 178 juta untuk pembiayaan kembali bangunan hijau di area central business district (CBD) Jakarta dan SGD 83 juta untuk pembiayaan perusahaan Indonesia yang akan mengakuisisi perusahaan pengelola limbah medis di Singapura.

Ketua Sustainability Council untuk DBS Indonesia Kunardy Lie menjelaskan bahwa pembiayaan berkelanjutan yang dilakukan oleh DBS Indonesia tidak selalu dibiayai penuh oleh perusahaan. 

“Seperti yang Bank BRI kemarin pembiayaannya US$ 1 miliar, itu bukan berarti seluruhnya dari kami (Bank DBS), itu hanya akumulasi dari keseluruhan pinjaman. Dari kami hanya US$ 50 juta saja,” ujar Kunardy Lie di Jakarta, Senin (28/8).

Target dekarbonisasi DBS Group diputuskan berlandaskan sains dan komprehensif di industri perbankan global. Dalam panduan tersebut, terdapat sembilan sektor yang menjadi fokus utama, mulai dari sektor aviasi, otomotif, properti, kimia, pangan dan pertanian, minyak dan gas, energi, baja, dan pelayaran. 

Secara keseluruhan, kesembilan sektor prioritas ini diakui sebagai beberapa sektor penghasil karbon terbesar dalam ekonomi riil dan secara kolektif menyumbang sebagian besar emisi gas rumah kaca global.

Chief Sustainability Officer DBS Group Helge Muenkel mengatakan, pembiayaan transisi merupakan faktor pendorong utama bagi perusahaan dalam beralih dari energi coklat ke energi hijau, serta harus menjadi bagian dari rangkaian instrumen keuangan termasuk pendanaan campuran untuk memungkinkan pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia memainkan peran penting dalam mengakselerasi dekarbonisasi di Asia, karena Indonesia saat ini menjadi negara dengan aktivitas batu bara terbanyak,” kata Helge dalam kesempatan yang sama.

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lona Olavia

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...