Laba Emiten Batu Bara Bayan Resources (BYAN) Anjlok 48% di Semester I 2024

Nur Hana Putri Nabila
2 Agustus 2024, 19:42
Perusahaan batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 376,76 juta atau Rp 6,09 triliun pada semester I 2024.
Bayan
Perusahaan batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 376,76 juta atau Rp 6,09 triliun pada semester I 2024.

Ringkasan

  • PT Bayan Resources membukukan laba bersih sebesar Rp 6,09 triliun pada semester I 2024, turun 48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
  • Penurunan laba disebabkan oleh merosotnya pendapatan sebesar 25% menjadi Rp 24,82 triliun, dipengaruhi oleh penurunan pendapatan batu bara kepada pihak ketiga.
  • Beban pokok pendapatan hanya turun tipis, sementara beban penjualan turun signifikan, mengakibatkan laba kotor dan laba bersih juga mengalami penurunan.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Perusahaan batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 376,76 juta atau Rp 6,09 triliun pada semester I 2024. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 48% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama 2023 sebesar US$ 725,85 juta atau Rp 11,72 triliun. 

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dikutip Jumat (2/8), pendapatan emiten batu bara itu juga merosot sebanyak 25% menjadi US$ 1,53 miliar atau Rp 24,82 triliun per Juni 2024 dari periode yang sama tahun lalu US$ 2,03 miliar (Rp 31,7 triliun).

Secara rinci, pendapatan dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga turun 27% menjadi US$ 1,41 miliar (Rp 22,68 triliun) per Juni 2024. Kemudian, penjualan batu bara kepada pihak berelasi naik 25% menjadi US$ 116 juta (Rp 1,88 triliun). Kemudian kontribusi  segmen non-batu bara naik menjadi US$ 4,40 juta (Rp 71,4 miliar) dari sebelumnya US$ 3,58 juta (Rp 57,99 miliar). 

Meskipun pendapatan BYAN turun signifikan, beban pokok pendapatannya hanya turun tipis sebesar 2,47% yoy menjadi US$ 951,64 juta (Rp 15,4 triliun). Hal tersebut menyebabkan laba kotor BYAN turun 45,24% yoy menjadi US$ 582,34 juta (Rp 9,43 triliun) pada akhir Juni 2024. 

Tak hanya itu, beban penjualan BYAN tercatat sebesar US$ 20,97 juta (Rp 339,7 miliar) pada akhir semester I 2024. Angka tersebut turun sebanyak 56,86% yoy dari US$ 48,61 juta (Rp 787,48 miliar) pada periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, laba bersih Bayan Resources menjadi US$ 376,76 juta (Rp 6,1 triliun) pada semester I 2024. Nilai tersebut turun 47,95% yoy dari US$ 723,85 juta (Rp 11,73 triliun) pada periode Januari hingga Juni 2023.

Apabila melihat dari sisi neraca, total aset emiten batu bara itu tercatat US$ 2,95 miliar (Rp 47,79 triliun) sepanjang semester I 2024. Sedangkan liabilitas BYAN terpantau turun menjadi US$ 891,49 juta (Rp 14,44 triliun). Adapun ekuitasnya naik menjadi US$ 2,06 miliar (Rp 33,37 triliun) per Juni 2024.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...