Emiten Crazy Rich Toto Sugiri DCII Pastikan Rencana Stock Split, Minta Restu BEI
Emiten milik konglomerat Tanah Air Otto Toto Sugiri, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) memastikan tengah mempersiapkan pemecahan saham atau stock split. Sekretaris Perusahaan DCII Gregorius Nicholas Suharsono mengatakan rencana pelaksanaan saham sudah meminta surat permohonan persetujuan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Sebagaimana telah dikomunikasikan sebelumnya melalui surat permohonan persetujuan prinsip dalam rangka pemecahan saham pada 19 Februari 2025," kata Gregorius dalam keterangan resmi DCII kepada BEI, dikutip Senin (24/2).
Menurut Gregorius rencana stock split disiapkan berlangsung dalam rentang waktu tiga bulan mendatang. Meski begitu, ia mengatakan pengendali maupun pemegang saham utama DCI Indonesia tidak memiliki rencana untuk melakukan tindakan pada kepemilikan sahamnya di perseroan.
Pernyataan DCII ini berkaitan dengan harga saham DCII yang melesat usai adanya pernyataan CEO DCI Indonesia yaitu Otto Toto Sugiri soal peluang stock pemecahan saham perusahaan atau stock split. Harga saham DCII pada Jumat (21/2) menembus Rp 80.650 per saham dan memegang gelar sebagai saham paling mahal di pasar modal Indonesia.
"Sedang kami jajaki (untuk stock split saham)," kata Otto saat ditemui disela-sela acara IDE Katadata 2025, Selasa (18/2).
Berkaitan dengan harga saham DCII yang melesat ke Rp 80 ribu, otoritas bursa menyematkan status unusual market activity atau UMA kepada saham emiten data center PT DCI Indonesia Tbk (DCII). Notifikasi itu diberikan sebagai salah satu bentuk peran BEI dalam pengawasan pasar modal.
DCI merupakan penyedia pusat data terkemuka di Indonesia. DCII merupakan perusahaan teknologi yang juga dimiliki konglomerat Tanah Air Anthoni Salim dengan kepemilikan 11,12%. Salim masuk ke DCII pada 2021 usai memborong 265 juta saham.
Adapun pengendali perusahaan Toto dengan kepemilikan 29,9% saham, Marina Budiman 22,51% dan Han Arming Hanafia dengan kepemilikan 14,11% saham. Saham lainnya dipegang masyarakat dengan rincian 18,55% berupa non warkat dan 3,81% berupa warkat.
