Bocoran soal Dividen Interim Bank Mandiri, Bakal Dibagikan Lagi Tahun Depan?

Karunia Putri
5 Februari 2026, 19:53
Bank Mandiri
Bank Mandiri
Pemandangan umum gedung perkantoran Bank Mandiri di Jakarta. Perseroan menyatakan komitmen untuk secara konsisten menjalankan perannya sebagai bank nasional yang berkontribusi bagi negara dan masyarakat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) memberikan kisi-kisi terkait pembagian dividen interim untuk tahun buku selanjutnya. Sebelumnya, bank pelat merah itu telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 9,3 triliun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini mengatakan, dividen interim tersebut telah direalisasikan pada 14 Januari 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan kekuatan kinerja perseroan, kondisi likuiditas yang solid, serta permodalan yang berada pada level memadai.

Dia menilai pembagian dividen interim juga dipandang pasar sebagai sinyal positif atas fundamental Bank Mandiri, sekaligus menjaga pergerakan saham dan likuiditas tetap berada pada level yang wajar.

“Kemudian realisasi dividen interim ini juga akan menjadi evaluasi yang tinggi untuk perumusan kebijakan dividen berikutnya,” ujar Novita dalam paparan kinerja keuangan kuartal IV Bank Mandiri yang digelar secara virtual, Kamis (5/2).

Novita menambahkan, dengan dilakukannya pembagian dividen interim perdana, ke depan perseroan membuka peluang untuk kembali mempertimbangkan kebijakan serupa. Namun, keputusan tersebut tetap akan mempertimbangkan kinerja keuangan, kekuatan permodalan, serta kondisi likuiditas perseroan.

“Bank Mandiri juga optimistis akan terus menciptakan nilai atau value creation dalam jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyebutkan, perseroan secara konsisten menjalankan perannya sebagai bank nasional yang berkontribusi bagi negara dan masyarakat. Dalam 25 tahun terakhir, Bank Mandiri telah membagikan dividen dengan nilai total mencapai Rp 225 triliun.

Selain melalui dividen, kontribusi Bank Mandiri terhadap negara juga tercermin dari penerimaan pajak. Secara akumulatif, kontribusi pajak perseroan mencapai Rp 277 triliun sepanjang periode 2000 hingga 2025, atau sejak Bank Mandiri didirikan. Khusus pada 2025, Bank Mandiri membayarkan pajak sekitar Rp 27 triliun, dengan tren kontribusi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Cetak Laba Rp 56,3 Triliun Sepanjang 2025

Bank Mandiri membukukan laba konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun hingga kuartal keempat 2025. Capaian tersebut naik dari laba konsolidasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 55,8 triliun.  

"Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja. Pendekatan ini memungkinkan Bank Mandiri menjaga momentum pertumbuhan kredit sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga," kata Riduan.

Bank Mandiri mencatatkan penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp 1.894,98 triliun. Pertumbuhannya mencapai 13,4% secara tahunan dibandingkan kredit pada 2024 sebesar Rp 1.670,54. Total aset konsolidasi Bank Mandiri juga naik 16,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 2.829,94 triliun.  

Adapun pertumbuhan kredit tersebut juga diikuti dengan kualitas aset yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross bank only tercatat 0,96%, dengan coverage ratio yang tetap solid di level 253%.

“Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank Mandiri adalah cerminan dari geliat perekonomian masyarakat produktif atau ekonomi kerakyatan. Dukungan Bank Mandiri terhadap UMKM, mikro, dan individu diberikan secara merata dan tidak terbatas kepada kelompok usaha atau masyarakat,” kata Direktur BMRI Muchamad Rizaldi.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mandiri tumbuh 23,9% YoY menjadi Rp 2.105 triliun. Komposisi dana murah (CASA) tetap dominan sebesar 70,8%, mencerminkan keberhasilan strategi perseroan menjaga efisiensi biaya dana dan memperkuat likuiditas. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...