Bakrie & Brothers (BNBR) Cari Mitra untuk Bangun Data Center di Jakarta
Emiten holding Grup Bakrie, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tengah mencari mitra strategis untuk pengembangan bisnis data center di Jakarta. Ini karena model bisnis infrastruktur IT mulai berkembang ke pusat data.
Direktur Utama Bakrie & Brothers Anindya Novyan Bakrie mengatakan anak usahanya BNBR, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) melihat infrastruktur IT saat ini tidak lagi hanya berkaitantiang telekomunikasi atau jaringan fiber optik, tetapi menuju pusat data.
Anin menyebut dengan sejumlah entitas lainnya di dalam Grup Bakrie, MKN tengah melihat kemungkinan sejumlah lokasi di wilayah DKI Jakarta yang dinilai potensial untuk pengembangan data center.
Dia juga menyinggung dua faktor utama yang menjadi kunci, yakni ketersediaan lahan dan pasokan listrik. Kata Anin, Grup Bakrie punya kekuatan pada sektor pembangkit listrik yang dapat mendukung kebutuhan data center.
Namun, Anin pun menyebut rencana pengembangan data center itu bakal berjalan apabila dapat mitra. “Tetapi kami tentu hanya mau lakukan ini apabila mendapatkan mitra yang strategis yang mengerti di bidang data center ini,” kata Anin di Bakrie Tower, Jakarta, Jumat (27/2).
Ketika ditanya apakah sudah ada mitra yang mengajak terkait pengembangan proyek jumbo itu, ia hanya tersenyum. “Tunggu tanggal mainnya nanti,” kata Anin.
Adapun BNBR rencananya akan membangun kawasan data center inner-city di lahan seluas 1,67 hektare di Kalideres, Jakarta Barat. Lahan tersebut dibeli MKN pada 20 September 2024 dari PT Pilar Agra Unggul (PAU) yang dituangkan dalam Surat Perjanjian Nomor 176/MKN/PAU/PJBTANAH/IX/2024.
“Sebagai bagian dari kesepakatan ini, MKN telah membayar uang muka sebesar Rp 152,4 miliar kepada PAU,” demikian tertulis dalam laporan keuangannya.
Namun jika proyek pembangunan data center tersebut batal dibangun, maka kedua pihak telah sepakat PT Pilar Agra Unggul (PAU) wajib mengembalikan uang muka sebesar Rp 152,4 miliar kepada PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) tanpa potongan apa pun.
Seiring dengan itu BNBR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,74 triliun di sepanjang 2025 atau turun sebesar 3,28% year on year (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Laba mereka juga melonjak Rp 502,7 miliar atau 49,6% dari 2024.
