Pandu Sjahrir Sebut DSI Buka Opsi Rekrut TKA, Fokus Transfer Pengetahuan

Image title
26 Mei 2026, 15:57
Pandu Sjahrir, Danantara Sumberdaya Indonesia, tenaga kerja asing
Katadata/Nur Hana Putri Nabila
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menyatakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) membuka peluang perekrutan tenaga kerja asing (TKA) guna mendukung pengembangan bisnis dan peningkatan produktivitas di perusahaan yang bakal mengelola ekspor komoditas itu.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir menyatakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) membuka peluang perekrutan tenaga kerja asing (TKA) guna mendukung pengembangan bisnis dan peningkatan produktivitas di perusahaan yang bakal mengelola ekspor komoditas itu. Terutama, di sektor-sektor yang membutuhkan keahlian khusus.

Menurut Pandu, langkah tersebut dilakukan karena Indonesia masih kekurangan tenaga kerja dengan keterampilan spesifik di sejumlah bidang strategis, seperti infrastruktur digital, data center, perdagangan komoditas, hingga pembiayaan perdagangan (trade financing).

“Kami ingin menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan produktivitas. Contohnya, di sektor digital infrastructure dan data sector yang membutuhkan specialized skill set. Saat ini kita belum punya cukup tenaga ahli di Indonesia, sehingga harus mendatangkan dari luar,” ujar Pandu dalam acara Investor Daily Round Table, di Jakarta, Selasa (26/5).

Meski demikian, Pandu menegaskan perekrutan tenaga kerja asing bukan menjadi tujuan utama, melainkan sebagai sarana transfer pengetahuan kepada tenaga kerja lokal. Menurutnya, pekerja asing yang direkrut nantinya diharapkan dapat membagikan pengalaman dan kompetensinya kepada sumber daya manusia Indonesia.

“Ke depan kami ingin mereka bisa transfer knowledge kepada orang-orang di bawah kita. Karena itu, vocational training harus diperbanyak,” katanya.

Pandu mengatakan, Danantara Sumberdaya Indonesia atau DSI merupakan perusahaan baru yang resmi menjadi badan usaha milik negara (BUMN), pada Senin pekan lalu. Saat ini perusahaan tersebut masih dalam tahap awal pengembangan organisasi dan sumber daya manusia.

“Ini hari kelima DSI sebagai perusahaan baru. Pegawainya baru satu orang, namanya Luke, dan dia orang asing,” ujarnya.

DSI Perkuat Tata Kelola Ekspor Komoditas Nasional

Pandu mengatakan pembentukan DSI dilakukan untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas nasional, termasuk mengatasi persoalan under-invoicing dan potensi kehilangan nilai transaksi pada perdagangan sumber daya alam Indonesia.

Menurut Pandu, model pengembangan DSI akan mengikuti proses pertumbuhan BPI Danantara yang sebelumnya dimulai dengan tim kecil sebelum berkembang menjadi organisasi besar.

“Danantara dimulai Februari dengan tiga orang. Akhir Maret-April menjadi 30 orang, dan sekarang sekitar 450 orang,” katanya.

Dalam proses perekrutan, DSI disebut akan menerapkan strategi global talent recruitment atau perekrutan talenta internasional, khususnya pada sektor perdagangan batu bara dan minyak sawit mentah (CPO) yang dinilai sangat kompleks.

“Hanya ada sekitar 2.000 trader batu bara di dunia. Kita harus bisa merekrut tim terbaik yang ada. Sama juga dengan CPO, banyak talenta yang berada di luar negeri,” ujar Pandu.

Selain perdagangan komoditas, kebutuhan tenaga ahli asing juga dinilai penting pada sektor pembiayaan perdagangan komoditas. Menurut dia, sebagian besar talenta di bidang tersebut saat ini masih banyak berada di luar Indonesia.

“Kami harus bisa merekrut global talent untuk transfer knowledge, termasuk untuk financing yang menyangkut komoditas,” katanya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...