Mitratel (MTEL) Jajaki Merger dengan Emiten Saratoga TBIG

Nur Hana Putri Nabila
1 Juli 2026, 05:30
Menara Mitratel
Telkom
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel tengah mengkaji untuk melakukan aksi korporasi, termasuk merger dengan perusahaan menara telekomunikasi lain, yakni emiten genggaman Grup Saratoga, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). 

Direktur Investasi Mitratel, Noorhayati Candrasuci, mengatakan perseroan masih mengevaluasi peluang konsolidasi dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Menurutnya, kedua perusahaan memiliki portofolio bisnis yang sama sehingga terdapat potensi untuk dijajaki, meski progresnya masih pada tahap awal.

“Butuh waktu bisa sampai deal agak panjang berarti progresnya,” ucap Candra ketika ditemui di Jakarta, Selasa (30/6). 

Analis PT Indo Premier Sekuritas, Aurelia Barus dan Belva Monica, menilai aksi itu berdampak positif bagi sektor menara telekomunikasi. Menurutnya, konsolidasi ini dapat memperkuat fundamental bisnis infrastruktur aktif sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih menjanjikan bagi para pemain di industri telko.

Lebih lanjut, Indo Premier Sekuritas mengatakan prospek sektor menara bakal kian menarik jika salah satu katalis jangka panjang berhasil terealisasi sebab berpotensi mendorong pertumbuhan yang lebih kuat ke depannya. 

“MTEL tetap menjadi pilihan utama kami,” tulis analis Indo Premier Sekuritas.

Indo Premier Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold untuk saham PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dengan target harga Rp 1.300, menyusul kabar potensi merger antara MTEL dan TBIG. Apabila merger terealisasi, Indo Premier memperkirakan MTEL akan menjadi pihak yang bertahan sebab statusnya perusahaan BUMN.

Berdasarkan simulasi merger dan kapitalisasi pasar per 15 Juli 2025, dengan asumsi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tetap menguasai minimal 51% saham entitas gabungan, kapitalisasi pasar MTEL diperkirakan melonjak hingga 137%. 

Indo Premier Sekuritas menyebut ini mencerminkan valuasi sekitar 18 kali adjusted EV/EBITDA tahun 2026. Namun, bila MTEL mampu meningkatkan EBITDA minimal Rp 2 triliun, kemungkinan melalui akuisisi anorganik, valuasinya bisa setara atau bahkan lebih murah dibandingkan TBIG, yaitu sekitar 15 kali EV/EBITDA full year 2026.

Kinerja Hingga Kuartal I 2026

Emiten pelat merah itu meraup laba bersih Rp 545,05 miliar hingga kuartal pertama 2026. Torehan itu naik 3,56% year on year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu Rp 526,31 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangannya, pendapatan MMTEL juga naik 1,39% yoy menjadi Rp 2,29 triliun pada kuartal pertama 2026, dari sebelumnya Rp 2,26 triliun. EBITDA margin tercatat di level 82,7%.

Sepanjang Januari–Maret 2026, Mitratel telah mengelola 40.327 menara, tumbuh 1,9% secara tahunan. Lebih dari 59% portofolionya berada di luar Pulau Jawa, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T), sejalan dengan fokus ekspansi untuk pemerataan infrastruktur nasional. 

Kepercayaan operator seluler terhadap kualitas infrastruktur Mitratel juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kolokasi 11,3% menjadi 23.006 unit, dan kenaikan tenancy ratio ke level 1,57 kali yang menunjukkan optimalisasi produktivitas aset.  

Di sisi lain, jaringan fiber optic perseroan tumbuh 17,3% menjadi 72.842 km billable length, memperkuat dalam pengembangan Fiber-to-the-Tower (FTTT). Theodorus mengatakan  Mitratel memiliki fleksibilitas untuk melanjutkan ekspansi, baik secara organik maupun melalui peluang anorganik secara selektif sepanjang 2026. 

Adapun ke depannya, Mitratel berada pada posisi strategis untuk menangkap peluang dari percepatan penggelaran jaringan 5G di Indonesia. Perseroan akan mendorong densifikasi menara, memperkuat fiberisasi, hingga mengembangkan layanan Power-as-a-Service demi mendukung kebutuhan kapasitas, keandalan energi, dan latensi rendah.



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...