Proyek LRT Pertama di Indonesia Mulai Dibangun Besok

Aria W. Yudhistira
8 September 2015, 19:00
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Pemerintah akan memulai pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) Rabu (9/9), besok. Pembangunan kereta ringan pertama di Indonesia yang akan dikerjakan adalah untuk fase 1A ruas Cibubur-Cawang-Dukuh Atas sepanjang 24,2 kilometer (km).

?Akan diresmikan oleh Bapak Presiden di wilayah Taman Mini,? kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko saat berbincang di kantornya, Jakarta, Selasa (7/9).

Pembangunan proyek tersebut berlandaskan pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. Perpres tersebuit berisi penunjukan langsung PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebagai kontraktor pembangunan LRT.

Nantinya, pemerintah akan mengganti biaya konstruksi yang dikeluarkan Adhi Karya. Total biaya konstruksi proyek LRT fase 1A dan 1B (Bekasi Timur-Cawang) diperkirakan menghabiskan dana Rp 19,1 triliun, sedangkan biaya fasilitas operasi sebesar Rp 4,6 triliun. ?Jadi total kedua fase itu akan memakan biaya Rp 23,8 triliun,? kata Hermanto.

Hermanto menjelaskan pemerintah memutuskan masuk ke proyek ini agar tarif LRT bisa terjangkau. Jika memakai dana sendiri, Adhi Karya memproyeksikan tarifnya akan mencapai Rp 37.500 sekali jalan. Sedangkan pemerintah berharap tarifnya hanya berkisar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

?Nanti pemerintah juga akan membentuk badan usaha, tapi yang jelas biaya konstruksinya akan kami ganti,? kata Hermanto.

Satu rangkaian LRT ini akan berisi tiga gerbong dengan kapasitas penumpang mencapai 300 orang sekali jalan. Kemenhub menargetkan ada sekitar 60 rangkaian LRT di ruas ini. ?Karena kami ingin mengejar headway 2 menint sampai 3 menit sekali,? katanya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya mengatakan, dalam pembangunan proyek ini pemerintah provinsi DKI Jakarta dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, hanya akan bertindak sebagai kontraktor. Ini supaya pembangunan proyek bisa cepat selesai.

?Jadi mereka (Adhi Karya dan DKI Jakarta) menyiapkan prasarana seperti rel dan segala bangunan LRT. Sedangkan sarana seperti operator kereta serta perawatannya kami tenderkan,? kata Darmin.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ameidyo Daud Nasution

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...