Desember 2014, ICP Hanya US$ 59,6 per Barel

Image title
Oleh
6 Januari 2015, 19:36
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) bulan Desember 2014 hanya US$ 59,6 per barel. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan November sebesar US$ 75,4 per barel. 

Anjloknya ICP Desember membuat rata-rata harga minyak mentah 2014 jauh lebih rendah dari perkiraan. Sepanjang 2014, rata-rata harga ICP lebih rendah dari perkiraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2014. Harga rata-rata ICP sepanjang 2014 hanya US$ 96,5 per barel, sedangkan asumsi APBN-P sebesar US$ 105 per barel.

?Penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional,? kata Tim Harga Minyak, dalam keterangannya, Selasa (6/1).

Harga minyak WTI di bursa New York turun dari US$ 75,8 per barel menjadi US$ 59,3 per barel. Harga minyak Brent turun dari US$ 79,6 per barel menjadi US$ 63,3 per barel. Sementara harga Basket OPEC turun dari US$ 75,6 per barel menjadi US$ 60,2 per barel.

Tim harga minyak menyebut pada Desember 2014, OPEC memproyeksikan permintaan minyak dunia pada tahun lalu hanya 91,1 juta barel per hari. Permintaan ini lebih rendah 0,06 juta barel per hari dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Ada juga kekhawatiran pasar terhadap kondisi pasar minyak global tahun lalu, akibat keputusan OPEC untuk mempertahankan kuota produksi minyak mentah sebesar 30 juta per barel. Bahkan Menteri Perminyakan Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa pemotongan produksi minyak mentah tidak perlu dilakukan meski harganya mencapai US$ 40 per barel.

Stok minyak mentah di Amerika Serikat pada Desember 2014 juga naik hingga 6,2 juta barel dibandingkan bulan sebelumnya. Stok bahan bakar di negara tersebut juga tercatat melimpah. Stok gasoline di bulan Desember 2014 naik 20,4 juta barel dibandingkan dengan stok bulan November 2014. Sedangkan stok distillate fuel oil di bulan Desember 2014 naik 9,5 juta barel dibandingkan dengan stok bulan November 2014.

Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga disebabkan negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Irak, Iran dan Kuwait menurunkan harga jual (Official Selling Price) minyak mentahnya. Di kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh melemahnya perekonomian Cina dan menurunnya permintaan dan penggunaan gasoil India.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Safrezi Fitra
Editor: Arsip

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...