Rupiah Anjlok ke 14.447 per Dolar AS Tertekan Perpanjangan PPKM Mikro

Agatha Olivia Victoria
9 Maret 2021, 09:59
rupiah, rupiah melemah, dolar AS, pembatasan kegiatan mikro, PPKM, perpanjangan PPKM
Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Ilustrasi. Rupiah melemah pagi ini bersama mayoritas mata uang Asia.

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,38% ke level Rp 14.415 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot pagi ini, Selasa (9/3). Rupiah tertekan oleh perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

Mengutip Bloomberg, rupiah kian jeblok ke 14.447 per dolar AS hingga pukul 09.50 WIB. Mayoritas mata uang Asia pun melemah. Yen Jepang turun 0,28%, dolar Singapura 0,03%, dolar Taiwan 0,75%, won Korea Selatan 0,83%, peso Filipina 0,03%, rupee India 0,31%, yuan Tiongkok 0,16%, ringgit Malaysia 0,66%, dan baht Thailand 0,29%. Sementara itu, dolar Hong Kong stagnan.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, rupiah terdepresiasi akibat perpanjangan kebijakan PKMN mikro . "Di sisi lain, belum terdapat data makroekonomi domestik yang memberikan dampak positif besar terhadap pasar," ujar Nafan kepada Katadata.co.id, Selasa (9/3).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang masa PPKM mikro hingga 22 Maret 2021 untuk menekan penyebaran kasus Covid-19. Libur panjang hari keagamaan Isra' Mi'raj dan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada pertengahan bulan ini dikhawatirkan dapat memicu lonjakan kasus.

Keputusan perpanjangan PPKM tertuang dalam Kepgub nomor 213 tahun 2021 terkait Perpanjangan Pemberlakuan Jangka Waktu dan Pembatasan Aktivitas Luar Rumah.  Pemprov DKI terus berupaya mencegah peningkatan kasus aktif dan mengoptimalkan pelayanan dalam meningkatkan angka kesembuhan. Berdasarkan data perpanjangan PPKM Mikro yang telah dilaksanakan sejak 8 hingga 22 Februari 2021, kasus aktif berhasil ditekan di Jakarta.

Selain itu, Nafan memperkirakan bahwa masih ada potensi tren kenaikan imbal hasil atau yield obligasi AS. Hal ini mengingat perbaikan data tenaga kerja Negeri Paman sam yang baru saja dirilis.

Adapun secara teknikal. menurut dia, terlihat beberapa pola upward bar pada grafik harian yang mengindikasikan adanya potensi depresiasi rupiah. "Potensi pergerakan ada di leval Rp 14.330-14.440 per dolar AS," ujar dia.

Berbeda pendapat, Analis HFX Berjangka Adhy Pangestu menyebutkan bahwa terdapat kemungkinan rupiah bisa menguat hari ini. Stimulus fiskal AS sudah lolos, sehingga akan banyak belanja konsumsi yang mengerakkan ekonomi AS. "Dengan harapan pemulihan akan berlangsung diriingi pembukaan ekonomi serta vaksinasi yang sedang berlanjut," kata Adhy kepada Katadata.co.id.

Stimulus yang besar tersebut akan memacu kenaikan perlahan pada inflasi AS. Dengan demikian, akan ada kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Fed meski bunga acuan dijanjikan tidak akan dinaikkan.

"Hal demikian yang memompa kenaikan imbal hasil obligasi, serta kembalinya status dolar AS sebagai mata uang cadangan," ujar dia.

Saat berita ini ditulis, indeks dolar AS naik 0,12% ke level 92,42. Namun, mata uang Negeri Paman Sam terlihat melemah terhadap euro dan pound Inggris meski menguat terhadap dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss.

Senat AS pada akhir pekan lalu meloloskan rancangan undang-undang (RUU) The American Rescue Plan yang mengatur stimulus tambahan Covid-19 senilai US$ 1,9 triliun atau sekitar Rp 27.170 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per dolar). Dengan lolosnya aturan tersebut, warga AS akan menerima US$ 1.400 atau sekitar Rp 20 juta per orang mulai bulan ini, belum termasuk bantuan pengangguran sebesar US$ 300 (Rp 4,3 juta) yang dibayarkan per minggu, hingga September.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...