Diskon Harga Mobil Pasca-Pajak 0% Turut Mengerek Turun Inflasi Maret

Agatha Olivia Victoria
1 April 2021, 13:58
BPS, inflasi, ppnbm 0%, harga mobil turun
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi. BPS mencatat, harga mobil baru di 40 kota IHK turun seiring kebijakan PPnBM 0%,

Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi Maret 2021 hanya 0,08%, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 0,01%. Penurunan harga mobil menjadi salah satu penyebab rendahnya angka inflasi pada bulan lalu. 

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menjelaskan, penurunan harga mobil merupakan dampak dari kebijakan pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM). "Aturan yang berlaku pada 1 Maret 2021 memberikan dampak pada turunnya harga mobil baru," ujar Setianto dalam Konferensi Pers Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Maret 2021, Kamis (1/4).

BPS mencatat, rata-rata harga mobil baru di 46 kota IHK menurun. Penurunan harga tertinggi terjadi di Manado. "Pembebasan PPnBM ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan dan Keputusan Kementerian Perindustrian," katanya.

Setianto menjelaskan, terjadi tren penurunan inflasi dalam tiga bulan pertama tahn ini , inflasil pada Maret semakin menurun jika dibandingkan secara bulanan maupun tahunan, Inflasi bulanan pada Januari 0,26%, Februari 0,1%, dan Maret 0,08%. Inflasi secara tahunan atau yoy juga menurun dari 1,55% ke 1,38%, dan 1,37%

Berdasarkan kelompok pengeluarannya, tiga kelompok menjadi penghambat inflasi bulan lalu. Ketiganya yaitu transportasi yang mengalami deflasi 0,25%. informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,03%, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,39%.

Kelompok transportasi menjadi hambatan kedua terbesar inflasi dengan andil 0,03% terhadap deflasi. Komoditas yang dominan memberi sumbangan deflasi yaitu mobil sebesar 0,03%.

Perawatan pribadi dan jasa lainnya merupakan penghambat utama inflasi dengan sumbangan 0,02% terhadap deflasi. Komoditas yang dominan memberi andil deflasi yakni emas perhiasan 0,02%.

Terakhir, terdapat kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang menghambat inflasi. Namun, kelompok itu tidak memberi andil terhadap deflasi nasional.

Di sisi lain, terdapat delapan kelompok pengeluaran yang menyebabkan terjadinya inflasi, yaitu  makanan, minuman, dan tembakau, pakaian dan alas kaki, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, serta perlengkapan peralatan, dan pemerliharaan rutin rumha tangga. Selanjutnya, ada kelompok kesehatan, rekreasi, olahraga, dan budaya, pendidikan, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran.

Kebijakan insentif relaksasi PPnBM 0% pembelian mobil, mendapat sambutan meriah dari masyarakat. Penjualan mobil melonjak signifikan, bahkan satu merek berhasil mencatatkan penjualan hingga lebih dari 150%.

Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmy membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan bahwa penjualan mobil Toyota yang mendapatkan insentif mengalami peningkatan signifikan. Ini terlihat dari total surat pembelian kendaraan (SPK) yang dikeluarkan. “Dari data 1-8 Maret 2021, Avanza, Sienta, Rush, dan Yaris SPK-nya naik sekitar 94-155% kalau dibandingkan dengan SPK bulan Februari di tanggal yang sama,” kata Anton kepada Katadata.co.id, Selasa (9/3).

Sementara untuk Vios, yang mendapatkan diskon terbesar hingga Rp 65 juta imbas insentif ini, penjualannya naik lebih besar lagi karena sebelumnya permintaannya memang tidak banyak.

Anton mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta pabrik untuk meningkatkan produksinya. “Sekarang kami sedang memonitor kondisi stok, karena tidak mudah juga pabrik menambah produksi dalam waktu singkat,” kata Anton.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...