Pemerintah Tawarkan Surat Utang SBR010 dengan Kupon 5,10% Pekan Depan

Agatha Olivia Victoria
18 Juni 2021, 12:40
surat utang, surat utang negara, sun, sbr010, kementerian keuangan
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Ilustrasi penawaran surat utang negara atau SUN.

Pemerintah akan menawarkan instrumen surat utang negara (SUN) ritel seri savings bond ritel SBR010 kepada investor individu secara daring atau online. Kupon yang ditawarkan pada seri ini sebesar 5,10%.

Berdasarkan keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima Katadata.co.id, masa penawaran akan dibuka pukul 09.00 WIB pada 21 Juni 2021. Penutupannya pada 15 Juli 2021 pukul 10.00 WIB.

SBR010 merupakan obligasi negara tanpa warkat dan tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. SUN ritel tersebut juga tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa pelunasan sebelum jatuh tempo alias early redemption.

Tanggal jatuh tempo SBR010 adalah 10 Juli 2023. Namun, terdapat periode pengajuan early redemption yang dimulai pukul 09.00 WIB pada 27 Juli 2022 hingga pukul 15.00 WIB pada 4 Agustus 2022. Nilai maksimal early redemption yakni 50% dari setiap transaksi pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing mitra distribusi.

SBR010 bisa dipesan mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 miliar. Kupon sebesar 5,10% yang ditetapkan merupakan bunga mengambang dengan tingkat kupon minimal alias floating with floor dengan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama (tanggal 22 Juli sampai 10 Oktober 2021) adalah sebesar 5,10%. Angka tersebut berasal dari suku bunga acuan yang berlaku pada saat penetapan kupon yaitu sebesar 3,50% ditambah spread tetap 1,60%.

Selanjutnya, tingkat kupon akan disesuaikan setiap tiga bulan pada tanggal penyesuaian kupon sampai dengan jatuh tempo. Penyesuaian tingkat kupon didasarkan pada suku bunga acuan ditambah spread tetap 1,60%.

Tingkat kupon sebesar 5,10% berlaku sebagai tingkat kupon minimal (floor) dan tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo. Bunga akan dibayarkan tanggal 10 setiap bulan.

Pembayaran kupon pertama kali yakni 10 September 2021. Dalam hal tanggal pembayaran kupon bukan pada hari kerja, maka pembayaran kupon dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi bunga.

Proses Pebelian SBR010

Proses pemesanan pembelian SBR010 bisa dilakukan secara online melalui empat tahap, yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan settlement/konfimasi. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Sebelum melakukan pemesanan pembelian, setiap calon investor kiranya telah memahami memorandum informasi SBR010 yang dirilis pada tanggal 21 Juni 2021. Masyarakat yang berminat untuk berinvestasi di SBR010 saat ini sudah dapat melakukan registrasi dengan cara menghubungi 26 mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik, yang terdiri dari 16 bank umum, empat perusahaan efek, dan enam perusahaan financial technology (fintech).

Bank umum yang dimaksud yakni PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Panin Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kemudian, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Permata Tbk, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, serta PT Bank UOB Indonesia.

Lalu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Commonwealth, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Bank Victoria International, Tbk. Perusahaan efek meliputi PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Bahana Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas.

Perusahaan efek yang bekerja sama yaitu PT Bareksa Portal Investasi, PT Investree Radhika Jaya (Investree), dan PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee). Kemudian, PT Lunaria Annua Teknologi (koinworks), PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), serta PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku).

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) yang juga Co-founder Bareksa Karaniya Dharmasaputra menyampaikan, pertumbuhan investor ritel Indonesia tengah bertumbuh dengan pesat, khususnya di era pandemi Covid-19. "Sebagian besar merupakan investor baru yang belum berpengalaman dan membutuhkan panduan," kata Karaniya kepada Katadata.co.id, akhir Mei 2021.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, jumlah nomor indentitas investor atau single investor identification (SID) per Februari 2021 naik 6,8% menjadi 4,51 juta. Sedangkan pada Januari 2021, jumlah SID Tanah Air tercatat 4,22 juta.

Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Sorta Tobing

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...