Rupiah Diramal Anjlok ke Rp 14.450/US$ Tertekan Pengetatan The Fed
Nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,18% ke level Rp 14.365 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan di pasar spot pagi ini. Namun, rupiah diramal berbalik melemah hingga Rp 14.450 per dolar AS seiring menguatnya tekanan akibat kebijakan tapering off Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed)
Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah bergerak menguat ke Rp 14.351 pada pukul 09.30 WIB, menjauh dari posisi penutupan kemarin Rp 14.391 per dolar AS.
Mayoritas mata uang Asia lainnya melemah. Pelemahan dialami yen Jepang 0,04%, dolar Taiwan 0,03%, won Korea Selatan 0,11%, Peso Filipina 0,16%, rupee India 0,18% dan bath Thailand 0,17%. Sementara dolar Singapura menguat 0,05%, yuan Cina 0,06%, dan ringgit Malaysia 0,11% , sedangkan dolar Hong Kong stagnan.
Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan rupiah akan melanjutkan pelemahan ke arah Rp 14.450 per dolar AS, dengan potensi penguatan di Rp 14.350 per dolar AS. Sentimen pelemahan dibayangi rencana pengetatan moneter The Fed.
"The Fed mengindikasikan akan menaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin tahun ini dan mungkin mempercepat kenaikan di bulan Maret," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (7/1).
Dalam risalah rapat FOMC edisi Desember yang dirilis beberapa hari lalu, pejabat pembuat kebijakan The Fed semakin dekat dengan keputusan untuk mempercepat kenaikan bunga acuan. The Fed juga akan mempercepat pelaksanaan tapering off yang dimulai bulan ini.
Bukan hanya dua agenda tersebut, pasar juga mulai mengantisipasi langkah The Fed yang kemungkinan mengurangi kepemilikannya atas US Treasury dan sekuritas beragun hipotek. Perkiraan itu mengarah pada kemungkinan pengurangan hampir US$ 9 triliun aset yang dipegang The Fed.
Selain dibayangi pengetatan moneter The Fed, Ariston mengatakan pasar juga masih mencermati kebijakan larangan ekspor batu bara pemerintah.
"Sentimen ini memberikan tekanan ke rupiah karena pelarangan ini berpotensi menurunkan surplus neraca perdagangan RI yang mendukung likuiditas dollar AS di dalam negeri," kata dia.
Kementerian ESDM melarang ekspor atau penjualan batu bara ke luar negeri sementara selama satu bulan. Kebijakan ini dikeluarkan dalam rangka menjaga pasokan batu bara untuk pembangkit domestik yang mulai menipis. Menteri Keuangan Sri Mulyani sempat menyinggung salah satu penyebab kondisi tersebut karena ketentuan soal domestik market obligation (DMO) yang tidak berjalan maksimal.
Di samping dua sentimen sebelumnya, Ariston mengatakan peningkatan kasus Covid-19 di dunia dan tanda-tanda kenaikan kasus di dalam negeri turut memberikan tekanan kepada rupiah.
Penularan Covid-19 di Indonesia masih terus menunjukkan tren kenaikan usai libur Natal dan Tahun Baru. Pemerintah melaporkan pasien positif corona bertambah 533 pada Kamis (6/1), tertinggi sejak 628 kasus pada 4 November 2021 lalu.
Kasus terbanyak disumbang dari Provinsi DKI Jakarta yakni 267 orang atau sekitar 43% dari total laporan kasus kemarin. Pasien di ibu kota meningkat dari 259 pada Rabu (5/1).
